Potret Adam Suleiman Abu Halib, seorang anak Palestina berusia lima tahun yang wajahnya penuh bekas luka akibat serangan Israel berpose di Kota Gaza, Kamis (22/1/2026). Adam mengalami cedera akibat serangan Israel di kota Deir Al-Balah, Jalur Gaza tengah pada akhir tahun 2023. Serangan Israel itu meninggalkan bekas luka di wajah, yang juga menyebabkan hilangnya penglihatan total di mata kirinya. Kini Adam bersama keluarganya masih menunggu izin keluar dari Gaza untuk mendapatkan perawatan medis, karena kurangnya fasilitas medis yang memadai di dalam Jalur Gaza.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras dan mendalam atas pengesahan undang-undang oleh Knesset yang memberlakukan hukuman mati terhadap warga Palestina, termasuk anak-anak yang berada dalam tahanan Israel. MUI juga meminta PBB tidak sekadar membuat pernyataan, tetapi melakukan aksi nyata untuk menghentikan kejahatan yang dilakukan Israel.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan kepada PBB agar tidak berhenti pada pernyataan normatif, tetapi perlu segera mengambil langkah konkret dan tegas, termasuk penggunaan mekanisme hukum internasional untuk menghentikan pelanggaran yang dilakukan Israel.
"Kepada Organisasi Kerja Sama Islam diminta untuk mengkonsolidasikan kekuatan politik dan diplomatik dunia Islam guna memberikan tekanan nyata dan terukur terhadap Israel," kata Sudarnoto kepada Republika, Ahad (5/4/2026).
MUI menambahkan, kepada masyarakat internasional dan negara-negara berpengaruh, agar menjadikan isu ini sebagai prioritas kemanusiaan global, serta tidak memberikan ruang impunitas terhadap pelanggaran berat yang dilakukan Israel.
Kepada para pemimpin lintas agama dan peradaban dunia, MUI meminta untuk bersatu dalam suara moral yang tegas, menolak segala bentuk kebijakan yang melegitimasi pembunuhan terhadap warga sipil, terlebih anak-anak.

11 hours ago
8















































