Sejumlah prajurit TNI melakukan upacara pelepasan jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Kopda (Anm) Farizal Rhomadon usai disemayamkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). Jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon disambut melalui upacara militer dan persemayaman sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing.
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Kementerian Luar Negeri Malaysia meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengambil langkah tegas dalam menyikapi serangan yang berdampak pada kelompok penjaga perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
"Malaysia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil tindakan tegas, termasuk memastikan perlindungan segera bagi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia atau Wisma Putra di Kuala Lumpur, Ahad (5/4/2026).
Malaysia dengan tegas mengecam serangan yang terus berlanjut terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan, yang telah mengakibatkan kematian dan cedera sejumlah personel PBB, termasuk insiden terbaru pada Jumat (3/4/2026) di El Addaiseh yang melukai tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia.
Malaysia menyatakan serangan-serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Pihak-pihak yang bertanggung jawab pun harus dimintai pertanggungjawaban.
"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk memastikan keselamatan personel PBB serta menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kekebalan dan integritas misi-misi PBB," demikian keterangan Wisma Putra.
Sebelumnya, Pemerintah Malaysia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) di UNIFIL.
sumber : Antara

10 hours ago
8















































