Mengenal Mindfulness dalam Islam, Apa Bedanya dengan Khusyuk dan Muraqabah?

10 hours ago 17

loading...

Seseorang yang memiliki kekhusyukan dalam kehidupan sehari-hari akan berusaha mengendalikan dirinya ketika menghadapi persoalan. Ia tidak mudah dikuasai amarah dan tidak terburu-buru memberikan reaksi terhadap setiap keadaan. Foto ilustrasi/ist

Istilah mindfulness tengah viral , karena pernyataan seorang aktris dan selebritas papan atas Indonesia, Maudi Ayunda baru-baru ini. Apa sebenarnya mindfulness ini dan bagaimana pandangan Islam terhadap istilah tersebut?

Mindfulness atau kesadaran penuh, merupakan salah satu konsep yang banyak dibicarakan dalam psikologi modern untuk menghadapi kondisi yang terjadi. Secara sederhana, mindfulness berarti kemampuan untuk benar-benar hadir dalam momen yang sedang dijalani, dengan menyadari apa yang terjadi saat ini tanpa terus-menerus terseret oleh masa lalu maupun kekhawatiran tentang masa depan.

Seperti diketahui, saat ini kehidupan masyarakat urban dan modern kerap menghadirkan tekanan yang tidak ringan. Rutinitas pekerjaan, tuntutan ekonomi hingga dorongan untuk mengikuti standar kehidupan tertentu membuat banyak orang merasa lelah, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara mental dan spiritual.

Tidak sedikit orang yang tetap sulit merasa tenang meski sudah beristirahat. Pikiran tentang kegagalan, pekerjaan, masa depan, hingga kehidupan orang lain terus berputar di kepala. Berbagai buku pengembangan diri dan nasihat agama pun telah dibaca, tetapi kegelisahan terkadang tetap muncul.

Karena kondisi itulah, mindfulness hadir untuk menjawab permasalahan dan kondisi yang tengah terjadi. Konsep mindfulness ini sebenarnya dapat ditemukan kemiripannya dalam khazanah Islam, khususnya melalui pembahasan tentang khusyuk dan muraqabah.

Konsep Mindfulness dalam Islam

Jika ditelusuri lebih jauh, gagasan mengenai kesadaran penuh memiliki kemiripan dengan sejumlah konsep dalam tradisi Islam.

Salah satunya adalah khusyuk. Istilah ini memang sangat erat kaitannya dengan ibadah, khususnya salat. Namun, dalam khazanah tasawuf, khusyuk juga berkaitan dengan keadaan hati seorang hamba ketika berhadapan dengan Allah.

Baca juga: Kisah Dahsyat! Surat Al-Mulk Membela Laki-laki Ini dari Siksa Kubur

Imam al-Qusyairi menukilkan penjelasan mengenai khusyuk:

وسئل بعضم عن الخشوع، فقال: الخشوع: قيام القلب بين يدي الحق، سبحانه، بهم مجموع. وقال: من علامات الخشوع للعبد: أنه إذا أغضب أو خولف، أو رد عليه أن يستقبل ذلك بالقبول. وقال بعضهم: خشوع القلب: قيد العيون عن النظر.

Read Entire Article
Politics | | | |