Menanam Harapan dari Menara Sayur di Tengah Padatnya Jakarta

5 hours ago 5

Kamis 02 Jul 2026 21:00 WIB

Ladang Farm merupakan pertanian perkotaan modern dengan instalasi hidroponik vertikal.

Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Pekerja memeriksa tanaman sayuran yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik vertikal di Ladang Farm, Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (2/7/2026). Di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, instalasi hidroponik vertikal setinggi 18 meter menjadi wajah baru pertanian perkotaan. Di tengah padatnya bangunan, ruang sempit disulap menjadi lahan produktif yang menghasilkan sayuran segar setiap hari. (FOTO : Republika/Prayogi)

Berbeda dengan pertanian konvensional, sistem hidroponik mengandalkan pengaturan nutrisi, air, cahaya, dan suhu secara terukur agar tanaman tumbuh optimal tanpa menggunakan media tanah. (FOTO : Republika/Prayogi)

Salah satu keunggulan hidroponik adalah penggunaan air yang jauh lebih hemat karena air nutrisi terus bersirkulasi dalam sistem tertutup. Metode ini semakin banyak dikembangkan di kota-kota besar sebagai jawaban atas keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sayuran yang dipanen langsung dipasarkan ke sejumlah restoran di Jakarta. Jarak distribusi yang pendek membuat hasil panen lebih segar sekaligus mengurangi waktu pengiriman dibandingkan produk yang didatangkan dari daerah lain. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sensor, pompa air, dan instalasi bertingkat menjadi bagian penting dalam pertanian modern. Di balik setiap lembar daun yang dipanen, terdapat pengelolaan yang menggabungkan ilmu pertanian dengan teknologi untuk menjaga kualitas hasil produksi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pertanian vertikal bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menghadirkan ruang hijau di kawasan perkotaan. Sejumlah penelitian menyebut konsep urban farming mampu memperkuat ketahanan pangan kota sekaligus mendekatkan masyarakat dengan proses produksi makanan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pertumbuhan penduduk perkotaan terus meningkatkan kebutuhan pangan, sementara lahan pertanian semakin terbatas. Karena itu, konsep pertanian vertikal mulai diterapkan di berbagai negara sebagai salah satu alternatif produksi pangan yang efisien di wilayah urban. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pertanian vertikal menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan ruang, kota tetap memiliki peluang untuk memproduksi pangan secara mandiri melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, pertanian vertikal menawarkan cara baru memproduksi pangan. Dengan memanfaatkan ruang ke arah atas dan teknologi hidroponik, sayuran dapat tumbuh lebih efisien menggunakan air yang lebih hemat dibandingkan metode budidaya konvensional. Di Ladang Farm, Jakarta Selatan, inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana pertanian modern mulai beradaptasi dengan kebutuhan kota besar.

sumber : Republika

Berita Lainnya

Read Entire Article
Politics | | | |