Menteri Agama Nasaruddin Umar memeberikan keterangan saat konferensi pers sidang Isbat awal Zulhijah 1447 Hijriah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Ahad (17/5/2026). Pemerintah resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 dan Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menteri Agama (Menag) RI, Prof KH Nasaruddin Umar, mengusulkan agar peringatan 10 Muharram menjadi tradisi nasional sebagai momentum "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas". Menurut dia, bulan Muharram harus dimaknai sebagai bulan kasih sayang dengan gerakan nyata membebaskan anak yatim dan kelompok difabel dari berbagai kesulitan hidup.
"Kita akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia. Setiap tanggal 10 Muharram itu kita peringati dengan acara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari penderitaan," ujar Nasaruddin Hal saat menghadiri kegiatan "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas" yang digelar Ditjen Bimas Islam di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Nasaruddin menjelaskan, program tersebut akan melibatkan berbagai lembaga filantropi Islam seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), lembaga amil zakat, serta berbagai komponen masyarakat yang selama ini aktif membantu kelompok rentan.
Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan Muharram sebagai bulan yang identik dengan kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap kaum dhuafa.
"Kita menghimpun para donatur seperti Baznas, BWI, LAZ, dan semua komponen yang sering membantu masyarakat itu, menjadikan bulan Muharram sebagai bulan berkasih sayang," ucap Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini.
Nasaruddin mengatakan, selama ini masyarakat lebih banyak mengenal Muharram melalui ibadah puasa sunnah. Padahal, menurut dia, semangat Muharram juga perlu diwujudkan dalam aksi sosial yang berdampak langsung bagi anak yatim dan penyandang disabilitas.

8 hours ago
12
















































