Nailah Zulfa
Gaya Hidup | 2026-08-11 19:42:02
Malas Bergerak? Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Memengaruhi Kesehatan
Ditulis Oleh: Nailah Zulfa Luthfiyana Fakultas: Kesehatan Masyarakat Program Studi: S1 Kesehatan Masyarakat NIM: 626110129021
Duduk terlalu lama, rebahan, atau menghabiskan waktu dengan gawai mungkin terasa nyaman setelah menjalani aktivitas seharian. Namun, jika kebiasaan tersebut membuat tubuh jarang bergerak, kesehatan dapat ikut terdampak. Perilaku sedentari merupakan kondisi ketika seseorang menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk atau berbaring dengan aktivitas fisik yang rendah. Kebiasaan ini perlu diperhatikan karena aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran (World Health Organization, WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour, 2020).
Kurangnya aktivitas fisik masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Pada kehidupan sehari-hari, seseorang dapat menghabiskan banyak waktu untuk belajar, mengerjakan tugas, menggunakan komputer, menonton, atau bermain gawai tanpa diselingi aktivitas fisik yang cukup. Penelitian pada remaja perempuan di Indonesia menunjukkan bahwa perilaku sedentari menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, terutama dalam kegiatan yang melibatkan penggunaan layar. Hal ini menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan aktif sejak usia muda (D, H, Priambadha, Thomas, & De Cocker , 2022).
Padahal, bergerak tidak selalu berarti melakukan olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, menaiki tangga, melakukan pekerjaan rumah, atau melakukan peregangan di sela-sela aktivitas juga dapat menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh lebih aktif. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit setiap minggu. WHO juga menekankan bahwa melakukan aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali
Jika kebiasaan kurang bergerak berlangsung terus-menerus, risiko berbagai masalah kesehatan dapat meningkat, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas (World Health Organization, WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour, 2020) Oleh karena itu, kebiasaan aktif perlu dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Tidak harus langsung melakukan perubahan besar, cukup mulai dengan lebih sering berdiri, berjalan, dan mengurangi waktu duduk.
Pada akhirnya, menjaga tubuh tetap aktif merupakan bagian penting dari pola hidup sehat. Jangan biarkan rasa malas membuat tubuh terlalu lama diam. Mulai bergerak dari hal kecil hari ini untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
REFERENCE
D, F. A., H, S. B., Priambadha, A. A., Thomas, G., & De Cocker , K. (2022). Physical activity and sedentary behaviour of female adolescents in Indonesia: A multi-method study on duration, pattern and context. Journal of Exercise Science & Fitness, 128-139.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

9 hours ago
12

















































