Buky Wibawa Dorong PWI Jabar Semakin Adaptif di Era Digital

5 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terus memperkuat profesionalisme, keterbukaan, dan soliditas di tengah perubahan ekosistem media yang semakin dinamis.

Menurut dia, penguatan organisasi dan profesionalisme wartawan penting untuk menghadapi perkembangan teknologi yang turut mengubah pola masyarakat dalam menerima informasi.

“Harapannya untuk meningkatkan profesionalisme, kemudian meningkatkan keterbukaan dan soliditas. Saya kira semua tujuannya adalah untuk kebaikan Jawa Barat,” ujar Buky saat menghadiri konferensi PWI Jabar di Hotel Horison Bandung, Rabu (12/8/2026)

Menurut dia, perkembangan teknologi membuat informasi dapat diterima masyarakat dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi media mainstream dan insan pers untuk terus beradaptasi dengan perubahan ekosistem jurnalisme.

Ia menilai, PWI perlu memikirkan strategi dan inovasi agar keberadaan pers tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara global.

Buky menekankan, wartawan juga memiliki peran penting dalam membantu pembangunan Jawa Barat melalui pemberitaan yang kritis sekaligus konstruktif.

Kritik dari media tetap diperlukan karena dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah maupun lembaga legislatif untuk melihat berbagai kelemahan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Tentunya media untuk membantu pembangunan di Jawa Barat. Saya pikir optimisme dengan nuansa kritik menurut saya itu masih diperlukan,” ujarnya.

Buky menilai kritik konstruktif merupakan salah satu poin penting untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan atau persoalan yang masih terjadi sehingga dapat segera dilakukan pembenahan.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya penyampaian informasi yang akurat agar pemberitaan tidak menimbulkan keresahan maupun kebingungan di tengah masyarakat. “Bagi kami, kritik itu menjadi poin penting untuk bisa kita melihat kelemahan-kelemahan atau bolong-bolong, sehingga bisa ada pembenahan,” katanya.

Karena itu, dia berharap insan pers tetap mengedepankan akurasi dan informasi yang tepat dalam setiap pemberitaan. “Saya kira itu kan bentuknya informasi, informasi yang akurat dan berbasis informasi pas, supaya tidak dipelintir-pelintir ya, sehingga masyarakat akan merasakan keresahan, kemudian juga membingungkan masyarakat,” katanya.

Buky menegaskan DPRD Jawa Barat tetap membuka ruang komunikasi dengan insan pers. Hubungan yang terbuka antara lembaga legislatif dan media penting untuk menjaga penyampaian informasi kepada masyarakat.“Saya kira kami tetap terbuka.”

Read Entire Article
Politics | | | |