Kuliah Jangan Cuma Cari Kerja, Saatnya Jadi Pengusaha!

4 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Instianti Elyana, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan dunia kerja yang berlangsung begitu cepat, saya melihat ada satu pertanyaan penting yang perlu dijawab oleh generasi muda Indonesia: apakah kuliah hanya untuk mencari pekerjaan, atau juga untuk menciptakan pekerjaan?

Selama bertahun-tahun, pendidikan tinggi sering kali dipandang sebagai jalan menuju dunia kerja. Tidak ada yang salah dengan pandangan tersebut. Namun, di era digital saat ini, paradigma itu perlu diperluas. Kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga melahirkan individu yang mampu membangun usaha, menciptakan inovasi, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Perubahan ini menjadi semakin relevan ketika teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah banyak sektor industri. Beberapa jenis pekerjaan berpotensi tergantikan oleh otomatisasi, sementara peluang usaha baru justru terus bermunculan. Kondisi ini menuntut generasi muda untuk memiliki pola pikir yang lebih adaptif, kreatif, dan berani mengambil peluang.

Menurut saya, jiwa kewirausahaan tidak lahir secara instan. Ia perlu dibentuk melalui pengalaman belajar yang mendorong keberanian berpikir, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan mengelola risiko. Karena itu, pembelajaran manajemen di perguruan tinggi harus mampu melampaui teori dan menghadirkan pengalaman nyata yang mendekatkan mahasiswa pada dunia bisnis sesungguhnya.

Mahasiswa perlu memahami bagaimana merancang model bisnis, membaca peluang pasar, mengelola keuangan, membangun strategi pemasaran, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat pertumbuhan usaha. Mereka juga perlu memahami bahwa membangun bisnis bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga menciptakan nilai dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kami meyakini bahwa pendidikan manajemen harus menjadi ruang lahirnya inovasi dan kewirausahaan. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mempelajari konsep bisnis di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikannya dalam berbagai proyek dan pengalaman lapangan.

Salah satu langkah strategis yang kami lakukan adalah melalui implementasi Program Unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di luar kampus melalui magang industri, proyek kewirausahaan, riset, maupun studi independen.

Bagi saya, program ini bukan sekadar bagian dari kurikulum. IEP 3+1 merupakan jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia profesional. Mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga belajar dari tantangan nyata, dinamika industri, serta pengalaman membangun solusi di lapangan.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat menguji ide bisnis mereka, memahami kebutuhan pasar secara langsung, serta membangun kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang mulai merintis usaha sejak masih berada di bangku kuliah.

Di era ekonomi digital, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki modal terbesar, tetapi juga oleh siapa yang mampu berinovasi lebih cepat. Karena itu, generasi muda perlu membangun keberanian untuk menjadi pencipta peluang, bukan sekadar menunggu peluang datang.

Saya percaya Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha muda yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi dan nilai ekonomi baru. Kehadiran mereka akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kuliah seharusnya tidak hanya menjadi perjalanan untuk memperoleh gelar akademik. Kuliah harus menjadi proses membangun karakter, keberanian, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Karena itu, saya mengajak generasi muda untuk mulai mengubah cara pandang terhadap pendidikan tinggi. Jangan hanya bertanya, "Setelah lulus saya akan bekerja di mana?" Tetapi mulailah bertanya, "Setelah lulus, inovasi apa yang bisa saya ciptakan dan peluang kerja apa yang bisa saya hadirkan?"

Masa depan tidak selalu dimiliki oleh mereka yang mencari pekerjaan terbaik. Sering kali, masa depan justru dimenangkan oleh mereka yang berani menciptakannya.

Read Entire Article
Politics | | | |