REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) membuahkan prestasi gemilang dalam dunia riset pertahanan nasional. Tim peneliti UBSI berhasil meraih juara ketiga dalam Lomba Karya Cipta Teknologi yang diselenggarakan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbangad) dalam rangka HUT ke-48.
Tim peneliti UBSI terdiri dari Gildas Hamilu Shihhah yang merupakan mahasiswa UBSI bersama dosen Rian Septian Anwar, Dr. Sumanto, Miwan K. Hidayat berhasil menghasilkan inovasi kendaraan taktis roda rantai bertajuk Kendaraan Taktis Roda Rantai untuk Operasi Kemanusiaan TNI AD: Desain Konseptual dan Efisiensi Biaya. Inovasi ini dirancang untuk mendukung operasi kemanusiaan TNI AD di medan ekstrem Indonesia yang sulit dijangkau kendaraan roda ban maupun transportasi udara.
Gildas menjelaskan keterlibatannya dalam pengembangan sistem kelistrikan kendaraan, yang mendukung peralatan medis dan komunikasi ketika kendaraan difungsikan sebagai ambulans lapangan.
"Tantangan utamanya adalah menjaga stabilitas sistem kelistrikan di medan dengan guncangan tinggi dan tingkat kelembapan ekstrem. Karena itu, dirancang sistem pemantauan baterai digital dan proteksi sirkuit ganda agar operasional tetap berjalan optimal,” ujar Gildas dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).
Selain sistem kelistrikan, tim peneliti UBSI juga mengembangkan sistem penerangan LED berintensitas tinggi untuk operasi malam hari serta power outlet khusus yang mampu menyuplai energi bagi peralatan medis darurat, seperti ventilator portabel dan alat pacu jantung.
Kendaraan taktis UBSI memiliki sejumlah keunggulan teknis. Sistem crawler track memberikan tekanan tanah rendah (0,05–0,1 kg/cm²), sehingga mampu melintasi medan berlumpur tanpa terjebak. Bobot kendaraan dirancang di bawah 4,5 ton, mendukung pengangkutan melalui jalur udara (airlift capability). Sistem kendali cerdas juga terintegrasi untuk memantau kondisi mesin dan bahan bakar secara real-time.
Efisiensi biaya menjadi salah satu keunggulan utama inovasi ini. Jika kendaraan taktis pada umumnya membutuhkan anggaran hingga miliaran rupiah, desain konseptual UBSI menargetkan estimasi pengembangan sekitar Rp 710 juta, memaksimalkan penggunaan komponen lokal agar lebih mudah dikembangkan secara mandiri.
Rektor UBSI, Mochamad Wahyudi memberikan apresiasi tinggi atas capaian tim peneliti UBSI, sekaligus menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam riset terapan.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan nasional,” ujarnya.
Prestasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhan) nasional yang mandiri, andal, dan efisien, serta menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi dan kebutuhan praktis militer.

1 day ago
7















































