Kisah Khalil Al-Hayya, Bos Hamas yang Selalu Lolos dari Upaya Pembunuhan Israel

1 day ago 5

Pemimpin delegasi Hamas, Wakil Ketua Biro Politik Khalil al-Hayya dalam pertemuan di Teheran, Iran, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagai seorang pimpinan gerakan perlawanan Palestina, nama Khalil al-Hayya selalu berada di daftar teratas target militer penjajah Israel. Pimpinan Hamas tersebut kerap menjadi objek sasaran pembunuhan di luar hukum zionis bersama dengan beberapa tokoh Hamas lainnya. 

Meski demikian, Al-Hayya masih bisa selamat dari upaya pembunuhan. Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengungkap bagaimana Al-Hayya lolos untuk kesekian kalinya saat militer Israel membatalkan upaya pembunuhan terhadap tokoh senior politik Hamas tersebut di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada bulan-bulan awal perang Israel di Jalur Gaza.

Menurut laporan berbahasa Ibrani tersebut, Al-Hayya berada dalam pengawasan langsung Israel dan disebut hampir menjadi sasaran serangan udara sesaat setelah tiba di Beirut. Aparat keamanan Israel dilaporkan memantau pergerakannya secara ketat dan telah menyiapkan peluncuran rudal ke area bandara.

Namun, operasi tersebut dibatalkan pada saat-saat terakhir setelah intelijen Israel gagal memperoleh konfirmasi pasti mengenai lokasi al-Hayya. Kondisi itu memicu kekhawatiran akan terjadinya kesalahan intelijen.

Target sejak awal perang

Dilansir dari Palestine Chronicle, laporan itu menyebutkan bahwa al-Hayya telah masuk dalam daftar prioritas tinggi target pembunuhan Israel sejak awal perang di Gaza, jauh sebelum serangan Israel terhadap tokoh-tokoh Hamas di Doha pada September.

Pada September 2025, pesawat tempur Israel menyerang sebuah lokasi di Doha saat berlangsung pertemuan delegasi Hamas, dengan keyakinan bahwa al-Hayya berada di tempat tersebut. Al-Hayya selamat dalam serangan itu, namun putranya, Hammam al-Hayya, direktur kantornya Jihad Labad, sejumlah ajudan, serta seorang perwira Qatar dilaporkan syahid. Serangan tersebut menuai kecaman luas dari dunia Arab dan internasional.

Read Entire Article
Politics | | | |