Ketika Spionase China Mendunia, AS Jadi Sasaran 'Polisi Rahasia' Tiongkok

2 hours ago 7

Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump menghadiri upacara penyambutan di Aula Besar Rakyat di Beijing, 14 Mei 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Gedung perkantoran berdinding kaca di atas kedai ramen di jantung Chinatown Manhattan tampak biasa saja. Lokasinya berada di blok yang ramai dengan restoran-restoran Tionghoa, toko kelontong, dan apartemen.

Pada 2022, Lu Jianwang, presiden kelompok komunitas Tionghoa berusia 64 tahun, membuka kantor di salah satu lantai gedung tersebut. 

Ia membuat kantor untuk membantu para ekspatriat China memperbarui SIM mereka dan bermain ping pong di atas meja di ruang konferensi.

Namun seperti dilaporkan BBC, tak lama kemudian, Biro Investigasi Federal (FBI) menggerebek tempat tersebut dan menuduh Lu menerima perintah dari pemerintah Tiongkok untuk mendirikan 'kantor polisi' luar negeri pertama yang diketahui di AS.

Pekan ini, Lu dinyatakan bersalah karena bertindak sebagai agen asing tidak sah untuk China. Vonis itu hanya beberapa hari setelah seorang politisi California mengaku bersalah atas pelanggaran serupa menjadi 'agen' China. 

Wali Kota Arcadia, Eileen Wang, mengakui bahwa ia mengunggah propaganda di sebuah situs yang menargetkan komunitas Tionghoa-Amerika atas perintah Pemerintah Tiongkok.

Kedua vonis tersebut terjadi pada pekan sama ketika Presiden Donald Trump menuju Beijing untuk pertemuan 'langka' dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Keduanya menghindari topik seperti spionase dan fokus pada perdagangan.

Namun para ahli mengatakan bahwa kedua kasus di AS tersebut menyoroti pengaruh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang luas dan telah meningkatkan upayanya untuk menyebarkan pengaruh di seluruh dunia selama dekade terakhir. China menyebarkan pengaruh baik melalui penggunaan strategis 'kekuatan lunak'  seperti pendanaan proyek dan industri di luar negeri  maupun melalui cara-cara yang lebih terselubung.

"Ini bagian dari pendekatan strategis yang sama, yaitu untuk meredam perbedaan pendapat dan membentuk narasi jelas seputar RRT, dan untuk melakukan itu dengan cara yang lebih berani, seperti yang kita lihat," kata Lauryn Williams, wakil direktur di Center for Strategic and International Studies, yang telah melacak kasus spionase Tiongkok di AS sejak tahun 2000.

Mahjong dan ping pong

Read Entire Article
Politics | | | |