Kepung Rumah Keluarga Palestina-Amerika, Dubes AS Huckabee Sebut Pemukim Israel Teroris

5 hours ago 5

loading...

Ekstremis Yahudi mengepung rumah warga Palestina. Foto/x

TEL AVIV - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengecam keras "teroris Israel" setelah para pemukim mengepung rumah-rumah warga Palestina di desa Qusra, Tepi Barat yang diduduki. Pengepungan itu termasuk terhadap rumah milik satu keluarga Palestina-Amerika.

Dalam pernyataan kecaman yang sangat tegas, Huckabee—yang menyebut dirinya sebagai seorang Zionis—mengatakan Kedutaan Besar AS telah mendesak pasukan dan polisi Israel untuk menindak mereka yang bertanggung jawab atas pengepungan tersebut.

Pengepungan itu dimulai pada hari Minggu dan menyebabkan keluarga-keluarga Palestina terjebak di dalam rumah mereka dengan akses terbatas terhadap kebutuhan pokok.

"Kedutaan Besar AS sangat terlibat aktif, dan IDF serta Kepolisian Israel telah bergerak atas permintaan kami untuk menindak teroris Israel yang melakukan tindakan ini," tulis Huckabee di platform X pada hari Kamis.

Komentar Duta Besar AS ini muncul sebagai tanggapan atas spekulasi di media sosial mengenai kegagalan Washington dalam melindungi warga negara Amerika lainnya yang diteror oleh pemukim Israel.

"Tindakan mereka terhadap rumah keluarga ini adalah perbuatan kriminal," tambahnya, sebelum menanggapi spekulasi daring mengenai tidak adanya intervensi dari Gedung Putih.

"Gedung Putih tidak perlu 'melakukan intervensi' karena kami telah terus memberikan informasi terkini mengenai situasi ini kepada pihak di Washington (DC)," lanjutnya, seraya menggambarkan intimidasi dan pelecehan tersebut sebagai "tindakan teror yang mengerikan" dan "perilaku preman".

Para ekstremis Israel telah mengepung tiga rumah warga Palestina di Qusra selama beberapa hari—termasuk satu rumah milik warga Palestina-Amerika—dengan mendirikan bangunan di luar properti tersebut dan menghalangi warga untuk bergerak bebas.

Menurut laporan dari lokasi kejadian, keluarga-keluarga tersebut juga mengalami gangguan pasokan air, listrik, serta akses terhadap makanan dan kebutuhan lainnya. Sekitar 15 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, terjebak akibat pengepungan tersebut.

Pasukan Israel menetapkan kawasan itu sebagai zona militer tertutup dan berupaya menertibkan para pemukim pada hari Rabu.

Read Entire Article
Politics | | | |