REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gagal ginjal merupakan kondisi ketika fungsi ginjal menurun dalam menyaring zat sisa metabolisme dalam darah dan membuangnya melalui urine. Kondisi ini menyebabkan racun dan cairan berbahaya tetap berada di dalam tubuh. Akibatnya bisa sangat fatal jika tidak segera diobati.
Pada tahap awal, penyakit ini sering kali tidak menimbulkan tanda atau gejala yang khas. Dampaknya, banyak penderita terlambat menyadari gagal ginjal. Pasien pun kerap datang berobat hanya setelah fungsi ginjalnya sudah mengalami penurunan cukup drastis.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, gangguan gagal ginjal pada umumnya terbagi menjadi dua jenis utama.
Pertama, gagal ginjal akut. Ini merupakan kerusakan ginjal yang terjadi secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung dalam hitungan jam atau hari.
Kedua, gagal ginjal kronik. Ini terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan parah dalam jangka waktu lama atau lebih dari tiga bulan. Kerusakan tersebut bersifat permanen sehingga penderitanya memerlukan penanganan jangka panjang.
Gagal ginjal akut dapat dipicu berbagai kondisi medis. Di antaranya luka bakar parah, penurunan aliran darah ke ginjal akibat pendarahan, dehidrasi berat, syok, infeksi berat seperti sepsis, cedera ginjal, alergi berat atau anafilaksis, serta riwayat penyakit jantung, gagal hati, batu ginjal, infeksi ginjal, hingga kanker ginjal.
Sementara itu, gagal ginjal kronis lebih sering berkaitan dengan penyakit metabolik dan gaya hidup. Pemicunya meliputi diabetes, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, gangguan prostat, obesitas, kebiasaan merokok, penyakit ginjal, penyakit autoimun, dan kelainan ginjal bawaan.
Risiko penyakit ini juga dipengaruhi faktor yang tidak dapat diubah. Misalnya riwayat keluarga, penyakit ginjal sebelumnya, kelahiran prematur, usia, trauma, serta penyakit tertentu seperti lupus, anemia, AIDS, dan hepatitis C.
Di sisi lain terdapat faktor risiko yang masih dapat dimodifikasi. Di antaranya diabetes tipe 2, hipertensi, penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan, penyalahgunaan Napza, dan peradangan ginjal.
Penderita gagal ginjal biasanya menunjukkan sejumlah keluhan fisik. Gejalanya antara lain tekanan darah tinggi, sesak napas, perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil, adanya darah dalam urine, mual dan muntah, tubuh lemah, serta sulit tidur.
Keluhan lain yang sering muncul meliputi bengkak pada kaki, pergelangan kaki, dan kelopak mata terutama pada pagi hari. Selain itu penderita dapat mengalami penurunan nafsu makan, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, dan rasa gatal pada tubuh.

2 hours ago
2















































