REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Janice Tjen menorehkan sejarah baru bagi tenis Indonesia. Petenis berusia 23 tahun itu resmi menjadi pemain kedua Indonesia yang menembus peringkat 50 besar dunia, mengikuti jejak legenda Yayuk Basuki.
Lompatan Janice terasa luar biasa. Pada periode yang sama tahun lalu, namanya masih terdampar di peringkat 395 dunia. Kini, hanya dalam rentang satu musim, ia mencatat debut di Top 50 setelah melaju hingga babak kedua Australian Open 2026.
Dikutip dari peringkat WTA, Janice naik 12 tingkat ke posisi ke-47. Pencapaian itu diraih usai kemenangan meyakinkan atas unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, dua set langsung pada debutnya di Melbourne.
Prestasi tersebut menegaskan kebangkitan Janice yang sebelumnya juga meraih gelar WTA pertamanya di Chennai pada November lalu. Ia pun menjadi petenis kedua Indonesia yang menembus jajaran elite dunia setelah Yayuk Basuki, yang pernah mencapai peringkat tertinggi ke-19 dunia pada 1997, tahun ketika ia melaju hingga perempat final Wimbledon.
Australian Open 2026 tak hanya menjadi panggung bersejarah bagi Janice. Turnamen pembuka musim itu juga membawa dampak besar pada peta peringkat dunia sektor putri.
Juara Australian Open, Elena Rybakina, naik dua peringkat ke posisi ketiga dunia setelah menaklukkan petenis nomor satu Aryna Sabalenka dalam final tiga set pada Sabtu (31/1/2026). Peringkat tersebut menyamai posisi tertinggi dalam karier Rybakina yang sebelumnya ia raih pada Juni 2023 dan kembali disentuh pada Januari 2024.
Rybakina tengah berada dalam performa impresif. Sejak Oktober, ia memenangi 20 dari 21 pertandingan terakhirnya, dengan satu-satunya kekalahan datang dari Karolina Muchova di perempat final Brisbane. Ia juga mencatatkan 10 kemenangan beruntun atas lawan-lawan dari peringkat 10 besar.
Kebangkitan itu terasa signifikan setelah Rybakina sempat keluar dari 10 besar dunia selama empat bulan pada pertengahan 2025 dan terpuruk hingga peringkat ke-13 pada Juli. Kini, ia hanya terpaut 368 poin dari peringkat dua dunia, Iga Swiatek.
Di sisi lain, kisah inspiratif juga datang dari Belinda Bencic. Mantan petenis peringkat empat dunia itu kembali menembus 10 besar setelah tampil sempurna di United Cup, 14 bulan usai kembali dari cuti melahirkan. Meski terhenti di babak kedua Australian Open, petenis Swiss tersebut naik satu tingkat ke posisi kesembilan dunia.
Elina Svitolina pun menorehkan cerita serupa. Ia melaju ke semifinal Australian Open, menyingkirkan Mirra Andreeva dan Coco Gauff sebelum langkahnya dihentikan Sabalenka. Hasil itu mengantarkan Svitolina kembali ke 10 besar dunia di posisi ke-10, menjadi penampilan pertamanya di jajaran elite sejak Oktober 2021.
Bencic dan Svitolina kini tercatat sebagai petenis kelima dan keenam yang menembus 10 besar dunia setelah menjadi ibu, menyusul Margaret Court, Evonne Goolagong Cawley, Kim Clijsters, dan Serena Williams.
sumber : Antara

1 day ago
5















































