Israel Bunuh Anak Tiga Tahun di Gaza

1 day ago 5

Marah Al-Za anin (18), seorang pengungsi Palestina, berdiri di dalam tendanya menyalakan lilin karena pemadaman listrik di Jalur Gaza utara, Gaza, Kamis (29/1/2026)/

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Israel kembali menembaki dari laut tenda-tenda di pengungsian al-Mawasi di pantai Gaza. Seorang anak Palestina syahid akibat serangan tersebut.

Merujuk kantor berita WAFA, korban penembakan adalah seorang anak laki-laki berusia tiga tahun bernama Iyad Ahmed Naeem al-Raba'i. Dia syahid ketika kapal perang Israel menembaki tenda-tenda yang menampung pengungsi di al-Mawasi.

Terletak di sepanjang pantai Gaza dekat kota selatan Khan Younis, al-Mawasi adalah rumah bagi kamp pengungsian luas yang menampung puluhan ribu warga Palestina.

Israel menggambarkan daerah tersebut sebagai “zona aman kemanusiaan”, namun telah menjadi lokasi banyak serangan fatal terhadap warga Palestina selama dua tahun perang.

Satu orang juga syahid dan beberapa lainnya terluka menyusul serangan Israel di wilayah penempatan militer di timur Jabalia, di Jalur Gaza utara, menurut sumber di Rumah Sakit al-Shifa.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel telah membunuh lebih dari 500 warga Palestina di seluruh Gaza dan melukai 1.400 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Ini adalah pola pembunuhan yang terus berlanjut di wilayah yang berulang kali digambarkan Israel sebagai “zona aman”. Hal serupa juga terjadi dalam beberapa hari terakhir ketika puncak pembicaraan mengenai pembukaan kembali penyeberangan Rafah. Militer Israel melakukan serangan besar-besaran di Jalur Gaza yang menewaskan 31 warga Palestina – termasuk wanita dan anak-anak.

Hari ini di sekitar Kompleks Medis Nasser, suara tembakan senapan mesin dan artileri berat terdengar jelas di sepanjang bagian timur Gaza yang dikenal sebagai “garis kuning”. Serangan Israel yang terjadi setiap hari menimbulkan kepanikan dan stres bagi warga di sini, terutama di kawasan yang seharusnya menjadi zona aman. 

Rafah dibuka...

Read Entire Article
Politics | | | |