loading...
Iran serang Israel dan aset-aset industri AS di Timur Tengah sebagai pembalasan setelah fasilitas industri Iran diserang. Foto/IRIB News
TEHERAN - Iran bersama sekutunya telah menyerang Israel dan aset-aset Amerika Serikat (AS) di berbagai negara di Timur Tengah dengan rudal dan drone. Ini sebagai balas dendam setelah fasilitas industri negara Islam tersebut diserang militer Washington dan Tel Aviv.
Aksi saling serang ini menandai bahwa perang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir meski telah memasuki minggu kelima.
Baca Juga: Menhan Hegseth Minta Jenderal Top Angkatan Darat AS Mundur di Tengah Perang Iran, Ada Apa?
Serangan-serangan yang semakin menargetkan lokasi ekonomi dan industri juga telah meningkatkan kekhawatiran global akan gangguan yang lebih luas terhadap pasokan energi dan memperdalam dampak konflik di luar medan perang.
Iran mengatakan gelombang serangan terbarunya telah menghantam target di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Israel sebagai balasan atas serangan AS-Israel sebelumnya terhadap fasilitas industrinya.
"Serangan tersebut termasuk [terhadap] industri baja Amerika di Abu Dhabi, industri aluminium Amerika di Bahrain, dan pabrik senjata Rafael milik rezim Zionis,” kata militer Iran, seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/4/2026).
Militer Israel memperingatkan pada hari Jumat bahwa pertahanan udaranya beroperasi untuk menembak jatuh rudal yang ditembakkan dari Iran, meskipun belum ada laporan langsung tentang korban jiwa atau pun kerusakan.
Ledakan baru sebelumnya dilaporkan di wilayah Teheran, di mana stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan serangan AS-Israel menghantam jembatan di kota Karaj sebanyak dua kali—yang pertama menyebabkan korban sipil dan yang kedua menghantam saat tim darurat sedang merespons.
Presiden AS Donald Trump—yang pada hari Rabu mengancam akan mengebom republik Islam itu hingga "kembali ke Zaman Batu"—mempertahankan retorika kerasnya saat dia mem-posting di media sosial bahwa jembatan itu telah runtuh. Dia juga menjanjikan lebih banyak target lagi yang akan menyusul untuk dihancurkan.
Dua pabrik baja terbesar di Iran terpaksa berhenti beroperasi akibat serangan berulang AS dan Israel, kata perusahaan-perusahaan tersebut.
Sementara itu, kelompok Houthi Yaman—salah satu sekutu Iran—mengatakan mereka telah melancarkan serangan keempat terhadap Israel, menembakkan rentetan rudal balistik ke target di wilayah Tel Aviv.
Terlepas dari pengeboman di Iran, banyak keluarga berkumpul di Taman Melat Teheran, dengan para pria merokok dan anak-anak bermain untuk menandai hari ke-13 setelah Nowruz, Tahun Baru Persia, ketika orang-orang secara tradisional berpiknik di luar ruangan.
Seorang warga mengatakan pos pemeriksaan yang dijaga oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah meningkat di seluruh kota.

















































