REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pernah nggak sudah telanjur mengunggah 10 foto carousel yang estetik, tapi baru sadar kalau foto terbaik justru terselip di urutan paling belakang? Atau mungkin, urutan fotonya malah berantakan dan merusak alur cerita yang ingin dibagikan?
Dulu, solusinya hanya satu dan sangat “merepotkan” yaitu hapus postingan, lalu unggah ulang dari awal. Risiko kehilangan semua likes dan komentar pun harus ditelan bulat-bulat demi kerapian feed.
Namun per 24 Maret 2026, Instagram secara bertahap menggulirkan fitur yang paling banyak diminta oleh para kreator dan pengguna di seluruh dunia. Sekarang, pengguna bisa mengatur ulang urutan foto atau video dalam unggahan carousel meskipun konten tersebut sudah nangkring di profil selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan berpekan-pekan.
Simpel dan antiribet
Pengguna cukup membuka postingan yang ingin diubah. Tekan titik tiga, kemudian pilih fitur edit. Setelah itu, tinggal menyeretnya (drag and drop) ke posisi yang diinginkan. Fleksibilitas ini memungkinkan pengguna untuk memperbaiki kesalahan kecil, menyesuaikan estetika grid, atau sekadar mengubah "pintu depan" postingan agar lebih menarik perhatian pengikut.
Meskipun ini adalah langkah besar, perlu dicatat bahwa ada satu batasan yang masih bertahan. Pengguna memang bisa menukar posisi foto yang sudah ada, namun tetap belum bisa menambah foto atau video baru ke dalam rangkaian carousel yang sudah dipublikasikan. Jika ada konten yang tertinggal, Anda tetap harus membuat unggahan baru.
Mengapa ini penting?
Bagi para pegiat media sosial, carousel bukan sekadar kumpulan foto. Berdasarkan studi tahun 2024 yang dilakukan oleh Metricool, jenis unggahan ini sering kali menghasilkan keterlibatan (engagement) yang jauh lebih tinggi dibandingkan unggahan foto tunggal. Alasannya sederhana, pengguna menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggeser dan berinteraksi dengan konten.
Dengan adanya kemampuan untuk mengubah urutan, para kreator kini punya kendali penuh atas strategi penceritaan mereka. Jika sebuah foto produk ternyata kurang menarik sebagai slide pertama, mereka bisa langsung menukarnya dengan foto testimoni yang lebih "menjual" tanpa harus kehilangan jejak interaksi yang sudah terkumpul.
Reaksi warganet
Tentu saja, internet tidak akan lengkap tanpa komentar pedas yang menggelitik. Segera setelah berita ini meledak, platform X dipenuhi dengan berbagai reaksi. Banyak pengguna yang berkelakar bahwa fitur ini datang sangat terlambat. Mengingat format carousel sudah diperkenalkan sejak 2017, salah satu unggahan yang viral bahkan menyindir dengan kalimat,
"Hanya butuh waktu hampir 10 tahun bagi Instagram untuk melakukan ini,” tulis seorang warganet dikutip dari Gulf News pada Kamis (26/3/2026).
Selain merayakan fitur baru ini, warganet juga mulai menodong Instagram untuk fitur-fitur "ajaib" lainnya. Salah satu yang paling banyak diminta adalah alat manajemen pengikut yang mirip dengan X, sebuah fitur yang memudahkan pengguna melihat siapa yang mengikuti mereka balik secara transparan tanpa harus mengandalkan aplikasi pihak ketiga yang sering kali berisiko bagi keamanan akun.
Mungkin bagi sebagian pengguna, kemampuan menggeser urutan foto terdengar sepele. Namun, bagi mereka yang peduli pada personal branding dan estetika profil, ini adalah perubahan besar. Instagram akhirnya menyadari bahwa pengguna menginginkan kontrol lebih atas konten mereka tanpa harus merasa "terhukum" dengan kehilangan data keterlibatan.

3 hours ago
8
















































