Ini Penampakan Pesawat Andalan AS yang Dirudal Iran di Pangkalan Saudi

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Serangan Iran yang melukai pasukan AS di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi juga merusak beberapa pesawat. Belakangan beredar foto-foto bahwa serangan itu kemungkinan besar menghancurkan sebuah pesawat Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS. 

The Wall Street Journal melansir, serangan sekitar 96 kilometer selatan ibu kota Riyadh pada dini hari tanggal 27 Maret dikatakan melibatkan serangan presisi terkoordinasi yang melibatkan setidaknya satu rudal balistik Iran dan beberapa drone penyerang. Menurut laporan, sekitar 10 hingga 12 anggota militer Amerika terluka dalam serangan itu, dengan setidaknya dua orang dalam kondisi serius. 

Pangkalan tersebut, yang merupakan lokasi operasi utama Angkatan Udara AS selama serangan ke Iran, telah jadi sasaran serangan belasan beberapa kali sejak awal perang dimulai AS-Israel sebulan lalu. Awal pekan ini, 14 orang lainnya terluka dalam serangan dan serangan rudal di pangkalan pada 1 Maret membunuh satu prajurit. 

Serangan pada hari Jumat menghantam instalasi yang menampung pasukan dan juga menyebabkan kerusakan signifikan pada pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker AS yang penting untuk mempertahankan operasi udara jarak jauh AS dan Israel serta E‑3 Sentry AWACS, salah satu platform komando dan kontrol terpenting dalam inventaris AS.

Serangan itu meninggalkan jejak kehancuran yang jelas di seluruh instalasi yang terlihat pada citra satelit dan foto yang dibagikan ke media sosial. Setidaknya dua foto menunjukkan bagian belakang badan pesawat E-3 terbakar, dan kubah radar hancur di landasan sebelah pesawat.

Data pelacakan menunjukkan pesawat yang hancur itu bernomor ekor 81-0005, sebuah E-3G Sentry yang ditugaskan di Sayap Kontrol Udara ke-552 di Pangkalan Angkatan Udara Tinker di Oklahoma.

Hancurnya AWACS Sentry E‑3 membawa konsekuensi strategis yang jauh melampaui kehancuran fisik satu badan pesawat karena menurunkan kemampuan untuk mendeteksi ancaman musuh yang datang dan mengoordinasikan respons pembalasan apapun.

E‑3 Sentry adalah pesawat Boeing 707 yang dimodifikasi Sistem Peringatan dan Kontrol Lintas Udara, yang dapat langsung dikenali dari kubah radar berputar besar yang dipasang di atas badan pesawatnya. Radarnya menyediakan pengawasan 360 derajat dalam radius 250 mil, memungkinkannya mendeteksi peluncuran pesawat, drone, dan rudal sekaligus mengoordinasikan pasukan sekutu.

Pesawat ini telah banyak digunakan dalam operasi militer sejak tahun 1970-an, termasuk Operasi Badai Gurun, Kosovo, perang di Irak dan Afghanistan serta selama Operasi Inherent Resolve melawan ISIS. Angkatan Udara AS memiliki sekitar 30 pesawat E-3 Sentry, dan Boeing telah mengirimkan pesawat terakhir pada tahun 1992. 

Namun karena pesawat tersebut kesulitan mempertahankan kesiapan, Angkatan Udara AS telah mengurangi armadanya hampir setengahnya menjadi 16 pesawat. Dari jumlah tersebut, enam dikirim ke Timur Tengah menjelang perang.

Read Entire Article
Politics | | | |