Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa

5 hours ago 11

loading...

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, menghadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Foto/istimewa

KEDIRI - Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, menghadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Gus Muhaimin menegaskan pentingnya peran santri dan pesantren dalam menjawab berbagai tantangan bangsa dan dunia di masa depan.

Di hadapan para ulama, masyayikh, santri, alumni, dan masyarakat yang hadir, Gus Muhaimin menyampaikan bahwa kehadirannya di Ploso dilandasi niat untuk mendapatkan keberkahan para ulama dan masyayikh.

“Saya datang ke sini tidak lain adalah untuk ngalap barokah para masyayikh, para ulama. Yang hadir di sini juga dari berbagai peran, ada yang di pemerintahan dan ada yang di luar pemerintahan. Semua dengan satu niat mendapatkan berkah. Semoga apa yang kita laksanakan dan perjuangkan mendapat rida Allah SWT, kemudahan, serta keberkahan sehingga terwujud izzul Islam wal muslimin, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Gus Muhaimin, Selasa malam (23/6/2026).

Baca juga: Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar

Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa para masyayikh dan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa, mulai dari melawan penjajahan hingga mengawal kemerdekaan Indonesia. Karena itu, ia menilai sudah saatnya generasi santri mengambil peran lebih besar dalam pembangunan bangsa.

“Saatnya santri, saatnya pondok pesantren mengambil peran masa depan sebagaimana para masyayikh mengambil peran mengawal kemerdekaan, melawan penjajah hingga lahirnya bangsa ini,” tegasnya.

Gus Muhaimin juga mengajak seluruh santri dan alumni Al-Falah Ploso untuk meneladani perjuangan para ulama sekaligus tampil menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Read Entire Article
Politics | | | |