Environesia Dukung Penanaman 300 Bibit Mangrove Bersama KKN-PPM UGM di Raja Ampat

10 hours ago 12

loading...

Environesia mendukung kegiatan penanaman mangrove bersama mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan di Dermaga Lama Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Raja Ampat. Foto: Istimewa

RAJA AMPAT - Environesia mendukung kegiatan penanaman mangrove bersama mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan di Dermaga Lama Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Dalam kegiatan ini, sebanyak 300 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pantai sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya perlindungan lingkungan pesisir.

Pelaksanaan penanaman mangrove tersebut turut dibantu oleh BPDAS Raja Ampat, yang berperan dalam mendukung kegiatan penanaman di lokasi. Kawasan pesisir memiliki peran penting bagi masyarakat Raja Ampat, baik dari sisi ekologis maupun sosial.

Keberadaan mangrove dapat membantu menahan sedimen, meredam energi gelombang, menjadi habitat berbagai jenis biota, serta berkontribusi dalam menyimpan karbon. Karena itu, upaya menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove menjadi salah satu langkah penting dalam mempertahankan fungsi alami kawasan pesisir.

Baca juga: Sekjen Golkar Akui Partainya Bahas Opsi Pilkada Tanpa Wakil

Kegiatan KKN-PPM UGM di Raja Ampat tersebut turut mendapatkan dukungan dari berbagai institusi dan mitra, di antaranya World Bank Group, Research and Development for Societal Impact (RDSI UGM), Rentokil Initial, serta Greenlab Indonesia. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program penanaman mangrove di wilayah Raja Ampat.

Bagi Environesia, dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas penanaman pohon, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong kesadaran bahwa konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, lembaga terkait, dan dunia usaha diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan.

President Director Environesia Saprian atau kerap disapa Bangsap menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove perlu dilihat sebagai langkah awal dari proses perlindungan ekosistem pesisir yang lebih panjang. “Menanam mangrove adalah langkah awal,” ujar Saprian, Rabu (12/8/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |