Petugas kepolisian mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet saat banjir melanda kawasan Pela Mampang, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026). Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta pukul 19.00 WIB, sebanyak 51 RT dari 6 kelurahan di Jakarta Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-120 cm akibat luapan kali dan curah hujan tinggi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tetap bakal mengantisipasi potensi banjir meski saat ini tengah terjadi fenomena El Nino. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir wilayah Jakarta masih kerap dilanda hujan dengan intensitas tinggi.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan bahwa fenomena El Nino atau kemarau akan terjadi sejak April hingga September 2026. Namun, hujan dengan intensitas tinggi masih kerap terjadi di Jakarta, hingga menyebabkan banjir.
"Kenyataannya beberapa kali masih hujan, termasuk yang kemarin dengan curah hujan yang hampir 150 milimeter per hari yang menyebabkan banjir," kata dia di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Karena itu, ia mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk tetap melakukan antisipasi terhadap bencana banjir. Ia tidak ingin fenomena El Nino membuat kesiapsiagaan menghadapi banjir menurun.
"Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Bappeda, kemudian juga kepada Sumber Daya Air, untuk tetap mengantisipasi dan melakukan pengerukan sungai-sungai yang ada supaya tidak seperti kemarin," ujar Pramono.
Ia menilai, hujan dengan intensitas tinggi tetap masih berpotensi terjadi dalam kondisi El Nino. Karenanya, upaya antisipasi tetap harus dilakukan untuk menghadapi banjir.
Pramono juga meminta pembersihan di kali tetap dilakukan. Dengan begitu, tidak ada lagi sampah yang menghambat aliran kali ketika terjadi hujan.
"Kemarin memang informasinya sudah El Nino, sudah kering, sudah… tapi ternyata hujan. Dan itu menyebabkan beberapa tempat yang sampah dan sebagainya menghambat, dan itu yang akan kita, nggak boleh terjadi lagi," ujar dia.
Diketahui, sejumlah wilayah Jakarta dilaporkan kebanjiran pada Senin (4/5/2026). Setidaknya, terdapat 115 wilayah rukun tetangga (RT) yang terdampak banjir di Jakarta akibat hujan dengan intensitas tinggi.

22 hours ago
14
















































