Peserta misi kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotillah (GSF) 2.0 mengangkut keperluan logistik di kawasan Pelabuhan Marmaris, Turki, Rabu (6/5/2026).
Laporan Jurnalis Republika, Bambang Noroyono, dari Turki
REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS -- Armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang sempat bertahan di perairan Yunani kembali bergerak dalam misi menembus blokade Gaza, Palestina, Jumat (8/5/2026). Sebanyak 32 kapal kemanusiaan yang sempat tertahan pelayarannya lantaran serangan tentara laut Zionis Israel pada Rabu (29/4/2026) itu melanjutkan pelayarannya untuk menjemput para partisipan yang sudah menunggu di Marmaris, Turki.
Dalam penyampaian resmi yang disampaikan GSF kepada seluruh partisipan, di Marmaris ada 12 kapal kemanusiaan yang juga siap berlayar menembus Gaza. Gabungan kapal-kapal dari Yunani, dan yang sudah sepekan menunggu di Marmaris, membuat armada kemanusiaan yang melanjutkan misi ke Gaza berjumlah sekitar 40-an.
"Terlepas dari penculikan ilegal rekan-rekan kami, perang psikologis penjajahan, dan ancaman pengawasan dan agresi militer, armada Global Sumud Flotilla tetap utuh dan tujuannya tetap sama: untuk berdiri bersama rakyat Palestina dalam perjuangan mereka demi kebebasan dan memperjuangkan hak-hak fundamental," begitu penyampaian resmi GSF yang diterima Republika di Marmaris, Turki, Jumat (8/5/2026).
Dua pemimpin pelayaran Global Sumud Flotila, Thiago Avila dan Seif Abukeshek hingga kini masih dalam penawanan Zionis Israel. Keduanya dalam penculikan setelah tentara laut zionis melakukan penyerangan terhadap 22 kapal-kapal kemanusian pada Rabu (29/5/2026) lalu. Sebanyak 176 para partisipan pelayaran lainnya, mengalami penyiksaan, namun di serahkan ke otoritas Yunani untuk dideportasi ke negara asal, dan sebagian memilih dipulangkan ke Turki untuk melanjutkan misi.
Terkait nasib Thiago dan Seif, hingga kini dalam sel isolasi khusus di Penjara Shikma. Sudah lebih dari satu pekan keduanya dalam introgasi maksimal atas tuduhan terorisme. Keduanya mengalami penyiksaan fisik dan psikologis. Pengadilan rendah di Ashkelon, memperpanjang masa penahanan terhadap keduanya sampai Ahad (10/5/2026). Keduanya dalam beberapa hari terakhir melakukan mogok makan dan minum sebagai bentuk protes penahanan ilegal yang dilakukan zionis.
Tetap berlayar

1 hour ago
4

















































