Hadapi Amerika di Perundingan, Iran Tegaskan Uranium dan Rudal tidak untuk Kompromi

3 hours ago 10

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, kiri, bertemu dengan rekannya dari Oman Sayyid Badr Albusaidi sebelum bernegosiasi dengan utusan Timur Tengah AS Steve Witkoff di Muscat, Oman, Sabtu, 12 April 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perundingan pertama antara Iran dan Amerika Serikat di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2) ditutup dengan sinyal yang beragam. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebutnya sebagai "awal yang baik", namun dengan penegasan yang tak kenal kompromi: negosiasi hanya menyentuh masalah nuklir, sementara hak pengayaan uranium dan program rudal balistik bukanlah bahan tawar-menawar.

Bagi Teheran, duduk bersama Washington bukanlah pertanda kelemahan, melainkan strategi diplomasi dari posisi setara, dengan senjata tersembunyi di balik jas diplomatik.

“Pengayaan adalah hak yang tak terbantahkan dan akan terus berjalan. Bahkan melalui pemboman sekalipun, mereka tidak dapat menghancurkan kemampuan Iran,” tegas Araghchi pada Sabtu (7/2), mengirim pesan keras bahwa tekanan militer tidak akan membuat Iran menekuk lutut, sebagaimana diberitakan Al Jazeera.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Iran sadar betul posisinya sebagai kekuatan regional dengan kemampuan militer dan teknologi yang matang. Ancaman Araghchi bahwa Iran akan membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut jika diserang, menunjukkan kesiapan tempur yang terhitung matang.

“Kami tidak menyerang negara tetangga, tapi pangkalan Amerika di sana. Ada perbedaan besar,” ujarnya, membedakan dengan jelas antara konfrontasi langsung dengan AS dan konflik regional.

Di meja perundingan, Iran berjalan dengan agenda yang jelas dan terukur. Mereka menolak mentah-mentah paket negosiasi komprehensif ala Washington yang ingin sekaligus membahas nuklir, rudal balistik, dan peran regional Iran. Bagi Teheran, itu adalah jebakan diplomatik untuk menguras konsesi tanpa imbalan nyata.

“Masalah rudal adalah murni urusan pertahanan dan tidak akan pernah dinegosiasikan, baik sekarang maupun di masa depan,” tegas Araghchi.

Rudal-rudal balistik itu adalah taring utama Iran, perisai yang menjaga kedaulatannya dari ancaman luar. Melepasnya sama saja dengan melucuti diri di kandang singa.

Read Entire Article
Politics | | | |