Gubernur Khofifah Apresiasi Pesantren Nurul Cholil: Ilmunya Barokah, Bawa Bangsa ke Surga

1 day ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran strategis pondok pesantren dalam membekali ilmu agama sekaligus membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil Bangkalan, Ahad.

Sejak ratusan tahun lalu, pondok pesantren telah mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang melahirkan para pejuang antipenjajahan. Energi perjuangan tersebut berasal dari Alquran yang mengajarkan nilai kebebasan dan kemerdekaan, sehingga setiap bangsa berhak mengatur masa depannya sendiri tanpa penindasan. Pesantren menjadi pusat perlawanan spiritual dan fisik melawan kolonialisme Belanda hingga Jepang, melalui fatwa jihad, laskar santri, serta semangat resolusi jihad KH Hasyim Asy'ari pada 1945 yang menjadikan mempertahankan kemerdekaan sebagai fardhu 'ain bagi umat Islam.

Hingga detik ini, pesantren tetap berdiri kokoh sebagai benteng terakhir umat Islam pasca-runtuhnya Khilafah Turki Utsmani, menjaga kemurnian ajaran Islam, nilai kebangsaan, dan ketahanan moral di tengah tantangan zaman.

Khofifah, yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), menekankan bahwa ilmu yang diperoleh santriwati di pesantren ini memiliki keistimewaan karena sanad keilmuannya bersambung langsung dengan Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar yang menjadi poros keilmuan pesantren di Indonesia. “Ilmu yang langsung dari Syaikhona Kholil Bangkalan ini, insyaallah terang sanad keilmuannya dan manfaat barokahnya,” ujarnya.

Ia berharap keberkahan ilmu tersebut tidak hanya bermanfaat secara pribadi, melainkan juga membawa kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya di Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, digelar wisuda tahfidz Alquran bagi santriwati penghafal Alquran. Khofifah menyampaikan ucapan selamat serta doa secara langsung. “Kita semua tentu berharap punya putra-putri saleh salehah, apalagi hafiz hafizah yang nantinya bisa mengantarkan keluarganya ke surganya Allah SWT,” katanya.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Khofifah memberikan uang saku masing-masing Rp500 ribu kepada 20 santriwati terpilih untuk membantu pembelian kitab dan pendalaman literatur keislaman. “Ini adalah tanda sayang dari kami, sebagai penyemangat para santriwati sekaligus tambahan biaya membeli kitab. Supaya lebih giat lagi dalam mendalami literatur keislaman dan kitab-kitab kuning,” tuturnya.

Khofifah juga mengapresiasi dukungan luar biasa dari para wali santri yang merayakan kelulusan putri-putrinya dengan penuh kebahagiaan dan haru, sebagai wujud ikatan emosional dalam mendukung pendidikan pesantren. “Luar biasa dukungan dari seluruh wali santri. Terima kasih. Semoga seluruh santriwati di sini mudah-mudahan sukses semuanya. Dan tercapai semua cita-citanya serta manfaat ilmunya,” pungkasnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |