Tentara Israel membawa peti mati Sersan Ohad Yaari saat upacara pemakamannya di Rehovot, Israel, 7 Juni 2026. Militer Israel mengumumkan pada 6 Juni, bahwa dua tentara tewas dalam insiden terpisah di Lebanon selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Di tengah penandatanganan elektronik nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran pada Rabu lalu, kedua pihak secara resmi mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari 100 hari.
Namun, dampak konflik tersebut masih meluas, baik secara regional maupun global, tidak hanya dalam bidang energi, pangan, dan rantai pasokan, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan strategis di kawasan.
Di antara berbagai isu tersebut, persoalan Hizbullah kini muncul sebagai simpul terakhir yang menghambat kesepakatan besa".
Perang Israel yang terus berlangsung di Lebanon—yang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut sebagai perang kecil dibandingkan dengan perang besar melawan Iran—telah berubah menjadi hambatan nyata bagi kelangsungan kesepakatan tersebut, terutama setelah Teheran menjadikan penghentian agresi terhadap Lebanon sebagai syarat yang tidak terpisahkan dari setiap kesepakatan akhir.
Di tengah upaya dan harapan untuk mengakhiri perang, Trump mengejutkan dunia pada Selasa lalu dengan mengusulkan agar penanganan persoalan Hizbullah diserahkan kepada Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, yang menurut pandangannya lebih mampu melakukan apa yang gagal dilakukan Israel.
Dalam konteks yang sama, teguran yang dilontarkan Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bukan semata-mata didorong oleh kepedulian terhadap perdamaian dan keamanan kawasan, melainkan untuk menegaskan prioritas strategis pemerintahannya yakni kesepakatan dengan Iran didahulukan, dan tidak ada tempat bagi front Lebanon yang dapat mengacaukan perhitungan Washington.
Namun, beberapa hari sebelum pernyataan Trump itu, Damaskus telah menjelaskan strategi mereka dalam berhubungan dengan negara-negara tetangga.
Presiden Suriah secara tegas membantah adanya niat untuk campur tangan dalam urusan Lebanon, bahkan menunda pembahasan mengenai delimitasi perbatasan demi memprioritaskan stabilitas.

3 hours ago
6







































