Film Tanah Runtuh Soroti Arti Cinta Lewat Sosok Anak Down Syndrome

12 hours ago 12

Salah satu adegan di film Tanah Runtuh. Film Tanah Runtuh akan mengajak para penontonnya memahami sudut pandang cinta lewat sosok anak down syndrome.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film Tanah Runtuh akan mengajak para penontonnya memahami sudut pandang cinta lewat sosok anak down syndrome. Film ini tidak mengeksploitasi air mata penonton secara instan, melainkan menyoroti bagaimana kemurnian emosi bekerja di tengah situasi yang paling kacau sekalipun.

Melalui film ini penonton diajak untuk melihat dunia secara lebih sederhana dan sejenak melepaskan beban kehidupan yang belakangan ini terasa semakin berat akibat tekanan ekonomi hingga kondisi geopolitik dunia. Film Tanah Runtuh mengisahkan perjalanan Ringgo (diperankan Ridho Khaliq) seorang anak dengan down syndrome dan Kai (Yoan) yang terpisah dari ibu mereka di tengah kondisi konflik. Membayangkan anak-anak terjebak dalam pusaran konflik bersenjata mungkin terdengar sebagai sebuah premis yang berat. Namun, fokus kamera tidak tertuju pada politik peperangan, melainkan pada ketangguhan naluri bertahan hidup yang polos.

Dalam kondisi penuh ketidakpastian, Kai bertekad membawa kakaknya mencari sang ibu, menelusuri pengungsian demi pengungsian sambil menghadapi rasa takut yang tidak sepenuhnya mereka pahami. Sepanjang perjalanan, dinamika hubungan kakak-beradik ini memikat perhatian karena pergeseran peran yang unik.

Kai, sang adik, bertindak sebagai pelindung fisik yang menavigasi arah, sementara Ringgo, dengan caranya sendiri, menjadi jangkar emosional yang menjaga agar mereka tidak kehilangan kemanusiaan di tengah lingkungan yang keras. Di tengah perjuangan tersebut, mereka bertemu Idham, yang diperankan oleh Vino G Bastian, yang awalnya hanya bertugas menangani konflik di wilayah tersebut.

Idham digambarkan sebagai sosok manusia dewasa yang lelah, sinis terhadap keadaan, dan memandang segala sesuatu berdasarkan kalkulasi fungsi. Pertemuan Idham dengan Kai dan Ringgo perlahan mengubah arah perjalanan itu menjadi sesuatu yang lebih personal, tentang tanggung jawab, kepedulian, dan hubungan yang tumbuh tanpa direncanakan. Kehadiran dua anak ini pelan-pelan meruntuhkan dinding pertahanan psikologis Idham yang selama ini tebal oleh tuntutan profesi dan realitas konflik.

"Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus," kata produser film Tanah Runtuh Denny Siregar dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (12/6/2026).

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |