Dari Seporsi MBG, Tumbuh Semangat Belajar Anak Sekolah

6 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pagi di SDN Jogjogan 01, Bogor, selalu dimulai dengan langkah-langkah kecil yang penuh harap. Di antara deretan siswa yang datang lebih awal, Daniel, 11 tahun, sudah terbiasa tiba sebelum bel berbunyi. Baginya, datang pukul 06.30 bukan sekadar disiplin, tetapi cara sederhana untuk memulai hari dengan lebih siap.

Namun belakangan, ada satu hal lain yang membuat pagi terasa lebih istimewa. Bukan hanya pelajaran di kelas, melainkan momen yang datang saat waktu makan tiba. Sejak hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah bukan lagi hanya tempat belajar, tetapi juga ruang kebersamaan yang menghadirkan rasa hangat di sela rutinitas.

Daniel tidak menampik, ada menu yang selalu ia nantikan. “Kalau lagi ada chicken katsu, aku paling senang,” ujarnya sambil tersenyum. Bagi anak seusianya, ayam katsu mungkin terdengar sederhana. Namun di balik tekstur renyah dan rasa yang lembut, ada kegembiraan kecil yang mampu membuat hari terasa lebih ringan.

Saat waktu istirahat tiba, suasana kelas berubah menjadi lebih cair. Daniel duduk bersama teman-temannya, membuka kotak makanan, lalu berbagi cerita. Tawa terdengar di antara suapan. Momen itu mungkin terlihat biasa, tetapi di situlah kebersamaan tumbuh, tanpa perlu dirancang.

Seiring waktu, MBG perlahan menjadi bagian dari keseharian. Ia tidak lagi sekadar program, melainkan rutinitas yang ditunggu. Para guru pun mulai merasakan dampaknya. Anak-anak tampak lebih fokus, lebih aktif, dan tidak mudah lelah saat pelajaran berlangsung hingga siang hari.

“Enak, terus bikin kenyang juga. Jadi lebih semangat belajar,” kata Daniel singkat, tetapi cukup untuk menggambarkan perubahan yang ia rasakan.

Di balik angka dan kebijakan, program seperti MBG pada akhirnya menemukan maknanya di ruang-ruang kecil seperti ini. Di bangku kelas, di sela istirahat, di tangan anak-anak yang membawa harapan sederhana.

Daniel mungkin hanya satu dari sekian banyak siswa. Namun dari semangatnya yang tumbuh pelan-pelan, terlihat bagaimana sebuah program bisa menjelma menjadi energi, bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk masa depan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |