Damkar Bandung kerahkan delapan mobil pemadam atasi kebakaran TPS.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPMKP) Kota Bandung mengerahkan delapan unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran TPS Bandung di kawasan Puncak Ciumbuleuit (Punclut) pada Senin (malam) pukul 19.16 WIB. Api diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang merambat ke lahan ilalang kering.
Kepala DPMKP Kota Bandung, Soni Bakhtiar, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel begitu laporan diterima. Material sampah yang kering akibat musim kemarau membuat api sangat cepat merambat ke lahan sekitar yang dipenuhi alang-alang.
Kendala Pemadaman di Medan Sulit
Proses pemadaman menghadapi kendala geografis yang cukup berat. Titik api berada di bawah tebing dan lembah sehingga sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran. "Obstacle-nya agak sulit karena ini ada di bawah tebing. Ini membutuhkan teman-teman rescue gabungan dengan teman-teman pemadam untuk bisa menjangkau yang ada di tebing dan di lembah," ujar Soni.
Petugas terpaksa turun langsung ke area tebing dan lembah untuk melakukan pemadaman secara manual. Selain medan yang curam, tim di lapangan juga mengantisipasi potensi bahaya lain, yaitu keberadaan gas metana dari timbunan sampah yang sudah lama mengendap.
Pihak DPMKP masih melakukan asesmen untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan gas metana yang dapat meningkatkan risiko selama proses pemadaman berlangsung. "Kita juga mengantisipasi jangan sampai ada timbunan gas metan dari tumpukan sampah yang cukup lama. Ini juga sedang kita asesmen apakah ada gas metannya atau tidak," tambahnya.
Lokasi Jauh dari Permukiman
Soni Bakhtiar memastikan bahwa lokasi kebakaran cukup jauh dari permukiman warga. Jarak titik api dengan rumah warga terdekat diperkirakan sekitar 500 meter, sehingga api tidak secara langsung mengancam keselamatan warga maupun properti mereka.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, khususnya saat musim kemarau. Tindakan tersebut dinilai sangat berisiko karena api dapat dengan mudah merambat ke lahan kosong yang dipenuhi rumput kering dan ilalang.
"Kami sudah sering mengimbau pada warga masyarakat di musim kemarau ini jangan melakukan pembakaran sampah. Karena takut merembet ke lahan-lahan lain yang kosong atau rumput-rumput liar, ilalang yang sudah mengering," tegas Soni.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
4

















































