REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggapan investasi emas membutuhkan modal besar mulai terpatahkan. Masyarakat kini bisa mulai menabung emas dengan modal Rp 10 ribu melalui layanan Tabungan Emas di myBCA.
Akses tersebut menjadi salah satu upaya memperluas kepemilikan emas, terutama bagi anak muda yang selama ini mungkin menganggap emas sebagai instrumen investasi yang sulit dijangkau.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu mengatakan masyarakat memiliki pilihan kanal untuk menabung emas. Selain melalui myBCA, layanan tersebut juga tersedia melalui aplikasi Pegadaian, Tring.
“Justru kita membuka akses seluas-luasnya. Supaya generasi muda ini mau lewat myBCA nabung emas, ayo. Mau lewat Tring untuk nabung emas juga, ayo,” ujar Yos, dikutip Senin (17/8/2026).
Menurut Yos, kerja sama dengan BCA tidak membuat kedua layanan tersebut saling berebut nasabah. Sebaliknya, kanal digital BCA dapat menjadi pintu masuk baru bagi masyarakat ke ekosistem emas Pegadaian.
Pengguna myBCA saat ini mencapai 15,8 juta. Basis pengguna tersebut menjadi peluang bagi Pegadaian untuk memperluas Tabungan Emas.
“Kalau 15,8 juta orang itu buka tabungan emas di myBCA, ya otomatis itu juga akan menjadi nasabahnya Pegadaian,” jelas Yos.
Melalui layanan tersebut, nasabah BCA dapat membeli dan menjual emas secara digital dan real-time. Rekening Tabungan Emas juga dapat dibuka melalui myBCA Mobile maupun situs web BCA.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengatakan emas semakin diminati sebagai instrumen untuk membangun ketahanan finansial dan menyimpan nilai. Karena itu, kemudahan akses menjadi penting agar masyarakat dapat mulai berinvestasi emas.
“Melalui layanan tabungan emas, nasabah dapat melakukan investasi emas secara langsung dari kanal layanan digital BCA dan dapat dengan mudah membuka rekening tabungan emas melalui myBCA Mobile maupun website serta melakukan pembelian dan penjualan emas secara real-time dan memantau seluruh riwayat transaksi dengan mudah,” ujar John.
Saat ini, Pegadaian mengelola lebih dari 153 ton emas. Sekitar 20 ton di antaranya berasal dari Tabungan Emas, dengan jumlah nasabah lebih dari 6,5 juta.
Nasabah BCA yang membeli emas melalui myBCA tetap memiliki aset yang dikelola dan disimpan Pegadaian. Kepemilikan tersebut juga dapat dipantau melalui aplikasi Tring.
Selain menabung emas, pengguna Tring dapat mengakses layanan emas lainnya, seperti cicil emas, deposito emas, dan gadai Tabungan Emas.
Bagi Pegadaian, perluasan kanal digital menjadi penting untuk menjangkau lebih banyak calon nasabah. Yos mengatakan Pegadaian terbuka untuk bekerja sama dengan bank lain yang memiliki basis nasabah masing-masing. Saat ini, lebih dari 10 kerja sama telah terealisasi.
Pegadaian menargetkan jumlah pengguna Tring mencapai 7 juta. Perusahaan juga membuka peluang untuk meningkatkan jumlah tersebut hingga 10 juta pengguna.
Perluasan akses emas tersebut berlangsung ketika emas semakin mendapat perhatian sebagai aset simpanan. Dalam pidato kenegaraan pada Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto menyebut Bank Emas Indonesia yang dijalankan Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengelola 153 ton emas senilai sekitar Rp 360 triliun.
Prabowo mendorong agar emas tidak hanya menjadi komoditas yang ditambang, tetapi juga disimpan, diperdagangkan, dan memberikan nilai tambah di dalam negeri.
sumber : Antara

2 hours ago
4

















































