REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menceritakan kronologi forum diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang menurutnya berakhir dibubarkan sebelum sesi dialog dengan peserta berlangsung. Budiman mengatakan dirinya hadir bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono terkait dalam forum yang digelar atas undangan kelompok Total Politik Jogja.
Menurutnya, agenda tersebut memang dirancang sebagai ruang dialog antara unsur pemerintah dan kalangan mahasiswa.
“Kami ingin bukan sekadar menyerap dari apa yang kami baca di media atau kami tonton di TV, tapi kita ingin tahu bagaimana argumen mereka. Dan bagaimana kritisisme mereka terhadap pemerintah, sambil kami juga punya kesempatan untuk menyampaikan apa yang menjadi programnya pemerintah,” kata Budiman saat dihubungi Republika, Rabu (17/6/2026).
Budiman mengatakan dalam beberapa waktu terakhir dirinya bersama sejumlah pejabat pemerintah memang kerap menghadiri diskusi di berbagai kampus dan kelompok masyarakat. Sebelumnya, kegiatan serupa disebut telah berlangsung di sejumlah daerah seperti Semarang, Purwokerto, dan Solo.
Menurut Budiman, forum di UGM awalnya berjalan normal. Pihaknya telah menyampaikan paparan terkait program pemerintah dan sikap Presiden terhadap kritik publik.
Namun, ia mengatakan situasi berubah ketika sesi pemaparan baru selesai dan forum belum memasuki tanya jawab.
“Tiba-tiba ada sekelompok orang yang dari belakang ya, dari tribun ya. Karena seluruh peserta yang lain tertib tuh, ada ratusan di depan kami, di samping kanan kiri kami, di belakang kami ada ratusan tuh, dan mereka tertib nunggu,” katanya.
Budiman menilai protes mahasiswa merupakan bagian dari praktik demokrasi dan hal yang wajar. Ia mengaku datang ke forum tersebut justru untuk menerima kritik secara langsung.
Setelah forum dihentikan, Budiman mengatakan dirinya dievakuasi melalui pintu berbeda oleh pihak keamanan dan protokoler. Sementara rombongan lain, termasuk Nusron Wahid, dan Sudaryono disebut sempat tertahan dan berinteraksi dengan massa.
“Rombongan Pak Dar dan Pak Nusron yang ditarik ke sebelah kanan oleh pihak keamanan. Nah rupanya di pintu mereka, mereka dicegat. Ya, dicegat dan kemudian diskusilah akhirnya,” katanya.
Menurut Budiman, upaya berdialog saat itu tidak berjalan karena situasi didominasi penyampaian kecaman.
“Tapi itu pun tidak terjadi akhirnya, karena ketika Pak Dar dan Pak Nusron mengajak diskusi juga itu tidak, hanya ada pengecaman dan menggugat meminta mereka untuk mengaku bersalah, tidak ada diskusi. Akhirnya juga bubar juga gitu,” kata Budiman.

2 hours ago
7















































