BSKDN minta pemda percepat lompatan inovasi dan kolaborasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat lompatan inovasi dan kolaborasi guna meningkatkan daya saing dan kualitas pelayanan publik. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo dalam acara Evaluasi dan Penguatan Inovasi Daerah di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa.
Yusharto menekankan bahwa dalam pengembangan inovasi, Pemerintah Kabupaten Tabalong perlu melibatkan unsur pentahelix seperti akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, agar inovasi yang dihasilkan solutif dan berdampak luas. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan serta kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Menurutnya, inovasi yang didasarkan pada data, riset, dan praktik baik akan lebih efektif dan berkelanjutan. Evidence-based policy memastikan kebijakan diambil melalui analisis data dan pembuktian empiris, meminimalisir risiko kegagalan, dan meningkatkan akuntabilitas kebijakan publik.
Yusharto mengapresiasi capaian Kabupaten Tabalong yang mempertahankan predikat sebagai daerah terinovatif dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengingatkan, capaian ini harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas inovasi, bukan sekadar mempertahankan kuantitas.
Ia juga menekankan pentingnya regulasi untuk penguatan kelembagaan inovasi, termasuk pembentukan peraturan daerah tentang inovasi. Regulasi ini memastikan inovasi berjalan secara sistematis dan berkelanjutan dengan kepastian hukum.
Selain itu, Yusharto mendorong optimalisasi monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan inovasi serta penguatan basis data inovasi. Pemanfaatan teknologi dan integrasi data menjadi faktor penting dalam mendukung ekosistem inovasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Tanpa monitoring dan evaluasi yang kuat, inovasi berpotensi tidak berkelanjutan. Karena itu, penguatan basis data menjadi krusial sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan," tuturnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
8

















































