BPBD: 84 Kejadian Bencana di Jabar, 80 Orang Meninggal Dunia

1 day ago 6

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (25/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan 84 kejadian bencana terjadi tersebar di 362 titik kecamatan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Bencana yang terjadi mulai dari banjir, longsor, hingga cuaca ekstrem.

Kepala BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, sebanyak 84 kejadian bencana terjadi di Jawa Barat sejak tanggal 1 Januari hingga 3 Februari tahun 2026. Kejadian bencana tersebar di 362 titik kecamatan di berbagai kabupaten dan kota.

"Dampak bencana cukup besar terhadap masyarakat dan infrastruktur. Tercatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 80 orang, sementara 6 orang dilaporkan hilang dan dalam pencarian," ucap dia, Selasa (3/2/2026).

Ia menuturkan, jumlah kejadian bencana terbagi dalam beberapa jenis seperti banjir sebanyak 32 kejadian, tanah longsor 20 kejadian, dan cuaca ekstrem 32 kejadian. Pihaknya melaporkan tidak terjadi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, maupun erupsi gunung api.

Dampak lainnya yang terjadi akibat bencana, ia menuturkan 100 unit bangunan rusak berat, 156 rusak sedang, dan 386 rusak ringan. Selain itu, sebanyak 101.265 titik area terendam dan 167.846 jiwa warga terdampak akibat berbagai bencana alam.

Ia melaporkan dampak bencana terhadap fasilitas umum yaitu antara lain 44 rumah ibadah, 2 fasilitas kesehatan, dan 26 fasilitas pendidikan yang terdampak. Luas lahan terdampak bencana mencapai sekitar 128 hektar.

Kepala BPBD Jabar mengatakan, data itu memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi risiko bencana di Jawa Barat dalam awal tahun 2026. Selain itu data digunakan sebagai dasar perencanaan penanggulangan dan mitigasi bencana oleh BPBD dan instansi terkait.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan potensi cuaca ekstrem bakal masih terjadi di Jawa Barat. Selain itu, puncak musim hujan diprediksi terjadi hingga bulan Maret tahun 2026 mendatang.

Read Entire Article
Politics | | | |