BEM UI Pastikan Sudah Sampaikan Surat Pemberitahuan Aksi ke Polisi

9 hours ago 16

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026). Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan disebut telah diinformasikan kepada polisi melalui surat pemberitahuan yang disampaikan langsung ke Polres Metro Jakarta Pusat. 

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan, pengiriman surat pemberitahuan tersebut merupakan bentuk pemenuhan kewajiban massa aksi sebelum melakukan penyampaian pendapat di muka umum. Karena itu, dia meminta negara juga menjamin kebebasan berekspresi.

"Kami sudah menunaikan kewajiban kita, tinggal bagaimana negara menunaikan kewajibannya yaitu mengizinkan kebebasan berekspresi," kata Athof, sapaan Yatalathof Ma'shum Imawan, ketika dikonfirmasi Republika, Senin (17/8/2026).

Ia menyebutkan, surat pemberitahuan itu disampaikan langsung oleh perwakilan BEM UI ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Sabtu (15/8/2026). Dalam surat itu juga dituliskan dengan jelas bahwa lokasi aksi akan berada di kawasan Bundaran HI. 

Menurut Athof, massa tetap akan berupaya mencapai Bundaran HI meski terdapat kemungkinan aksi mereka kembali dihalangi. Pasalnya, dalam aksi BEM UI yang dilakukan pada 12 Juni 2026, massa aksi yang hendak ke Bundaran HI mendapatkan pengadangan dari aparat. Karena itu, massa aksi kali ini telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

"Pada intinya kita akan mengupayakan agar bisa mencapai titik Bundaran HI," ujar dia.

Athof mengatakan massa akan melakukan perlawanan apabila upaya mereka untuk menyampaikan aspirasi dihalangi. Ia menilai, kebebasan berekspresi merupakan hak yang semestinya dijamin.

Meski demikian, BEM UI juga akan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan peserta aksi apabila situasi di lapangan membahayakan. "Kalau misalkan sudah menyentuh keselamatan, ya maka kita akan mengalah," ujar dia.

Sebelumnya, BEM UI bersama sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil bakal menggelar aksi #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa. Dalam aksi itu, setidaknya terdapat delapan tuntutan yang akan disampaikan massa aksi, mulai dari penghentian korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, hingga evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN).

Massa aksi juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penghentian pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), pengembalian otonomi daerah, penetapan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores, serta penghentian intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil dan pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP).

Read Entire Article
Politics | | | |