AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya

15 hours ago 13

loading...

Militer AS telah mengidentifikasi 8 awak yang tewas dalam jatuhnya pesawat pengebom nuklir B-52 di Pangkalan Udara Edwards, California. Foto/US Air Force/Tech. Sgt. Richard P. Ebensberger

CALIFORNIA - Militer Amerika Serikat (AS) telah mengidentifikasi delapan awak yang tewas dalam jatuhnya pesawat pengebom nuklir B-52 di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, Senin lalu. Para korban adalah empat penerbang aktif, seorang personel cadangan, dan tiga warga sipil.

Lapangan terbang tempat Boeing B-52 Stratofortress jatuh tetap ditutup tetapi operasi pangkalan lainnya telah dilanjutkan. Penyebabnya kecelakaan tersebut belum ditentukan. Para pejabat militer AS mengatakan penyelidikan mungkin membutuhkan waktu enam bulan untuk diselesaikan.

Baca Juga: Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas

Para korban tewas diidentifikasi sebagai: Kolonel Gregory Watson (53), Letnan Kolonel (Purn) Miles Middleton (50), Letnan Kolonel Gabriel Estrella (40), Mayor Alexander Davis (34), Mayor Robert Dee (40), Mayor Brad Hovey (35), Jeromy Smith (32), dan Christopher Rischar (41).

“Mereka adalah para profesional yang berdedikasi, anggota keluarga yang dicintai, dan rekan tim yang tak tergantikan,” kata Kolonel Thomas Tauer, komandan Sayap Uji ke-412 di Pangkalan Udara Edwards, dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AP, Kamis (18/6/2026).

Watson, seorang petugas sistem senjata, dan Middleton, seorang pilot, adalah karyawan Boeing dan perusahaan tersebut mengatakan: "Kehilangan mereka sangat dirasakan di seluruh tim kami, dan hati kami tetap bersama keluarga, orang-orang terkasih, dan mereka yang bekerja bersama mereka.”

Rischar adalah seorang insinyur uji penerbangan dengan kontraktor pemerintah JT4 yang telah bekerja di Pangkalan Edwards selama 10 tahun, kata istrinya, Rebecca Rischar. Dia mengatakan bahwa suaminya senang mengunjungi museum pesawat terbang dan menunjukkan kepada kedua anak mereka, yang berusia 15 dan 14 tahun, berbagai jenis pesawat dan cara kerjanya.

Dia mengenang bagaimana ayah mertuanya, yang juga bekerja di pangkalan tersebut dan telah melihat kecelakaan itu, meneleponnya untuk bertanya apakah Christopher ikut terbang.

Read Entire Article
Politics | | | |