AS Dorong Produksi Minyak Venezuela Tumbuh 40 Persen, Ini Dampak Ekonominya

2 hours ago 2

Penampakan pelabuhan La Guaira, Venezuela, Ahad (11/1/2026). Pasukan AS melakukan serangan militer di Caracas dan tiga kota Venezuela lainnya pada 3 Januari, sebuah operasi yang menyebabkan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Serangan tersebut telah menuai kecaman dan kekhawatiran di seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright mengincar pertumbuhan hingga 40 persen untuk produksi minyak Venezuela saat meninjau fasilitas minyak utama di Sabuk Orinoco pada Kamis (12/2/2026). Kunjungan Wright yang mencuri perhatian ke Venezuela terjadi setelah perubahan politik pada 3 Januari, ketika pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer di Caracas di tengah klaim pemerintahan Trump bahwa ia memimpin “pemerintahan korup dan tidak sah” yang terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba besar yang menyelundupkan kokain ke AS.

Hal itu mendorong pemerintah AS untuk secara signifikan melonggarkan sanksi yang telah lama diberlakukan dan membongkar embargo minyak untuk merevitalisasi sektor energi Venezuela.

“Kami memperkirakan akan melihat pertumbuhan 30-40 persen dalam produksi minyak Venezuela tahun ini,” katanya kepada wartawan saat mengunjungi Petroindependencia, usaha patungan antara perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA dan raksasa energi asal AS Chevron.

“Kita harus mengubah permainan di sini untuk kemenangan bagi rakyat Venezuela, kemenangan bagi Amerika, dan kemenangan bagi seluruh Kawasan Barat,” tambahnya.

Para ahli yang mendampingi delegasi memastikan bahwa meskipun Petroindependencia saat ini memproduksi sekitar 40.000 barel per hari, infrastruktur yang ada memiliki potensi yang belum dimanfaatkan untuk mencapai 300.000 barel per hari dengan investasi segera dan perbaikan teknis.

Kunjungan tersebut berlangsung hanya satu hari setelah Wright secara resmi menyatakan embargo minyak AS terhadap Venezuela telah berakhir.

“Karantina minyak ini jelas pada dasarnya telah berakhir,” katanya.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |