loading...
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa hadir sebagai horor dalam balutan dendam dan cinta. Foto/Armydian Kurniawan.
JAKARTA - Film Suzzanna : Santet Dosa di Atas Dosa hadir sebagai horor dalam balutan dendam dan cinta. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada Rabu (18/3/2026). Soraya Intercine Films kembali menghidupkan karakter legendaris dengan pendekatan berbeda. Kali ini, cerita tidak berhenti pada teror semata. Namun, konflik batin dan kekuatan gelap menjadi pusat narasi.
Dalam versi terbaru, Luna Maya kembali memerankan Suzzanna dengan pendekatan yang lebih kompleks. Ia tidak lagi tampil sebagai sosok sundel bolong seperti sebelumnya. Perjalanan karakter terasa lebih manusiawi dengan latar penindasan dan kehilangan. Dendam muncul setelah kematian ayah akibat santet dari Bisman (diperankan Clift Sangra) sebagai penguasa desa hingga akhirnya Suzzanna mempelajari ilmu santet.
”Saking dendam yang begitu menyakitkan, rasional dan logika terkadang nggak jalan. Itu yang sering terjadi di sekitar kita. Jadi (film ini) sangat relevan dengan dinamika masyarakat,” tutur Luna. Di tengah konflik tersebut, hadir kisah cinta yang tak sederhana. Peran Pramuja dimainkan Reza Rahadian sebagai pria religius. Menurut Reza, film ini bicara soal relasi kuasa. ”Perjuangan seorang warga yang ditindas penguasa bertemu dengan pemuda idealis. Mereka sama-sama punya nilai dalam menyikapi kesewenangan,” terang Reza.
Disutradarai Azhar Kinoi Lubis, film ini memadukan horor, drama, aksi dan komedi secara terukur. Produser Sunil Soraya menyebut proyek dimulai sejak 2018. Setelah Suzzanna: Bernapas dalam Kubur tayang dan bahkan jauh sebelum Suzzanna: Malam Jumat Kliwon dirilis pada 2023.Artinya, proses pengembangan mulai ide, brainstorming, casting, produksi hingga siap tayang memakan waktu hampir sewindu.

















































