Rupiah Tembus Rp 17.000, Dipicu Eskalasi Perang AS-Israel dengan Iran

10 hours ago 9

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 17.002 per dolar AS. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.980 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan ini dipicu eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi membuka front baru dalam konflik tersebut. “Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu. Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Mengutip Sputnik, Gerakan Ansar Allah Yaman, atau Houthi, menyerang Israel dengan rudal untuk kedua kalinya dalam sehari dan akan melanjutkan serangan sampai Israel menghentikan serangannya terhadap Iran dan Lebanon.

Sebagaimana dilaporkan Anadolu, pemimpin Houthi Yaman Abdul-Malik al-Houthi telah mengatakan bahwa kelompoknya akan mendukung Iran melawan “agresi AS dan Israel”, serta siap menghadapi perkembangan apa pun dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.

Serangan ilegal AS dan Zionis Israel terhadap Iran dianggap oleh Houthi sebagai “perang terhadap Islam dan Muslim” dan memperingatkan bahwa konflik tersebut menargetkan seluruh wilayah. Sentimen lainnya berasal dari kesiapan Iran menghadapi invasi darat oleh AS setelah Washington mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah.

“Presiden Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik dan kesepakatan mungkin akan segera tercapai. Namun, ia tidak menyebutkan tenggat waktu yang jelas, sambil juga memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Teheran,” ujar dia.

Melihat data ekonomi AS, Universitas Michigan mengungkapkan rumah tangga Amerika mulai pesimistis terhadap kondisi ekonomi. “Sentimen konsumen pada Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54. Ekspektasi inflasi untuk 12 bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2 persen,” ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp 16.993 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.957 per dolar AS.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |