Prof Jimly Asshiddiqie merayakan HUT ke-70 tahun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pertama, Prof Jimly Asshiddiqie berharap, estafet perjuangannya di bidang hukum tata negara bisa diteruskan oleh generasi mendatang. Jimly menyadari ide-idenya akan memakan waktu supaya bisa terealisasi.
Hal tersebut disampaikan Jimly saat perayaan ulang tahunnya yang ke-70 di Jakarta pada Selasa (21/4/2026). Guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesai ini berharap ulang tahunnya dapat menjadi pengingat pentingnya penerapan ide-idenya mengenai urusan hukum tata negara.
"Ulang tahun biasanya mengenang tanggal, mengenang tempat, mengenang peristiwa, kali ini kita mengenai ide-ide. Mudah-mudahan kita bisa terus berkomunikasi, berkesinambungan, estafet perjuangan tentang ide-ide tanpa henti," kata Jimly dalam kegiatan tersebut.
Dia bersyukur bisa merayakan ulang tahunnya bersama orang-orang terdekatnya seperti Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Prof Yusril Ihza Mahendra, eks Menko Polhukam Prof Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Adapun Jimly baru keluar rumah sakit untuk mengikuti perayaan ultahnya.
"Syukur Alhamdulillah, saya baru keluar rumah sakit nih tadi malam, masih gemetaran. Alhamdulillah hari ini sudah bisa bersama Bapak Ibu sekalian untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur," ujar founder Jimly School of Law and Goverment (JSLG) itu.
Dalam usianya yang menginjak 70 tahun, Jimly bersama JSLG sudah menerbitkan sekitar 83 buku. Dia bersyukur atas kesempatan menerbitkan buku yang begitu banyak. Ketua Tim Reformasi Polri tersebut berharap, karyanya dapat menjadi sumbangsih bagi bangsa.
"Alhamdulillah syukur alhamdulillah, mudah-mudahan ini berkah untuk saya mengingatkan untuk berbuat lebih banyak lagi," ujar Jimly.
Sedangkan Yusril Ihza Mahendra punya kenangan spesial dengan Jimly. Keduanya sempat aktif di Masjid Al-Azhar Jakarta dan UI. Dia mengetahui Jimly sempat sedih ketika dirinya tak menyelesaikan program Pascasarjana UI.
"Pak Jimly sedih saya keluar dari pascasarjana UI. Tapi akhirnya ketemu lagi saat saya di Setneg. Saya mampir di kantor jimly, ngobrol-ngobrol terus kata Jimly kita maju saja saja guru besar, kami melompat diteken tanda tangan SK-nya pak Harto," ucap Yusril.

9 hours ago
14

















































