REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG, – Dua agenda utama dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah berhasil dilalui dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar, Prof M Nuh, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8) malam.
Prof Nuh menjelaskan bahwa kedua agenda tersebut adalah sidang pleno pertama yang membahas persiapan acara, serta sidang pleno kedua yang mengupas laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027. "Alhamdulillah, dua agenda utama, dua pleno sudah bisa kita lalui dengan sangat baik," ujarnya.
Sidang pleno kedua diawali dengan pengantar dari Rais Aam PBNU, sebelum Ketua Umum PBNU menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan. Pandangan terhadap laporan tersebut disampaikan oleh perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari berbagai daerah, mengingat jumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia mencapai ratusan.
Perwakilan yang menyampaikan pandangan dibagi berdasarkan wilayah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa termasuk Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, perwakilan dari Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Jepang juga turut memberikan pandangannya.
"Dari sampling yang menyampaikan itu, 11 termasuk PCI Jepang, semuanya menerima dengan baik. Tentu ada beberapa saran dan seterusnya, prinsipnya menerima dengan baik," jelas Prof Nuh. Forum kemudian menyimpulkan bahwa laporan pertanggungjawaban PBNU yang mencakup unsur Syuriyah dan Tanfidziyah dapat diterima dengan baik.
Sidang Komisi Paralel
Setelah dua agenda pleno tersebut, Muktamar dilanjutkan dengan sidang komisi yang berjalan secara paralel. Komisi-komisi tersebut meliputi komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al Maudlu'iyyah, komisi Bahtsul Masail ad-Dinyah al-Waqi'iyyah, komisi Bahtsul Masail ad Diniyah al-Qonuniyyah, komisi organisasi, komisi program, dan rekomendasi.
Prof Nuh mengatakan bahwa sidang komisi membahas sejumlah materi yang merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU, serta materi yang secara khusus dibahas dalam Muktamar. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan masih berjalan sesuai jadwal.
Hasil pembahasan dari seluruh komisi selanjutnya akan dibawa ke sidang pleno untuk disahkan. Pembahasan tersebut termasuk tata tertib pemilihan kepengurusan PBNU yang baru. "Ini sesuai jadwal. Alhamdulillah, on track," katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

8 hours ago
22

















































