Peringatan Tsunami NTT Berakhir, BNPB Minta Warga Tetap Waspada

5 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Meski peringatan tsunami telah diakhiri, masyarakat diminta untuk sementara menjauhi kawasan pantai dan tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkomben) BNPB Berton S.P. Panjaitan mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan pascagempa. BNPB berupaya mencegah munculnya korban tambahan, baik akibat tsunami, gempa susulan, maupun bahaya ikutan lainnya.

"Prioritas BNPB saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan tentu mencegah korban tambahan akibat gempa tsunami maupun gempa susulan dan bahaya ikutan," ujar Berton saat konferensi pers peringatan dini tsunami dampak gempa bumi M 7,7 di NTT, Sabtu (15/8/2026).

Berton mengatakan, masyarakat tidak perlu panik setelah peringatan tsunami diakhiri. Namun, BNPB tetap meminta warga untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan pantai hingga terdapat informasi atau peringatan lebih lanjut dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Kami menyampaikan melalui media ini bahwa masyarakat tetap tenang. Tadi apalagi BMKG sudah menyampaikan peringatan tsunami sudah dicabut, namun kami mengimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti benar-benar ada peringatan lain dari BMKG," ucap Berton.

Selain kawasan pantai, sambung dia, BNPB juga meminta masyarakat tidak memasuki gedung yang mengalami kerusakan atau keretakan akibat gempa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi risiko apabila terjadi gempa susulan.

"Dan juga kami menyampaikan himbauan agar masyarakat jangan dulu memasuki gedung, terutama gedung-gedung yang sudah retak karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan," ucap Berton.

Menurut dia, BNPB terus melakukan pemantauan dan mengintegrasikan informasi bersama BMKG, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran dampak gempa secara akurat, terutama melalui proses verifikasi dan kaji cepat di lapangan.

"BNPB kami tetap memantau dan melakukan integrasi informasi dengan BMKG, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur terkait untuk mendapatkan gambaran dampak yang terutama verifikasi," lanjut Berton.

Berton menambahkan, kaji cepat telah dilakukan untuk menghimpun data mengenai jumlah korban, kerusakan, serta kondisi fasilitas kesehatan dan bangunan lainnya. BNPB akan menyampaikan perkembangan tersebut setelah memperoleh informasi yang terverifikasi dari daerah terdampak.

"Hingga saat ini kaji cepat sudah dilakukan sehingga jumlah korban, kerusakan, dan kondisi fasilitas kesehatan maupun gedung-gedung yang lain akan kami sampaikan nanti begitu kami mendapatkan informasi dari tingkat bawah," kata Berton.

Read Entire Article
Politics | | | |