Pejabat Zionis Israel Waswas Mesir dan Turki Ikut-ikutan Kembangkan Senjata Nuklir

3 hours ago 4

loading...

Pejabat Israel khawatir Mesir dan Turki ikut-ikutan mengembangkan senjata nuklir secara diam-diam. Foto/Wikipedia

TEL AVIV - Seorang pejabat Zionis Israel mendesak pemerintah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu waspada atas apa yang dia gambarkan sebagai kemungkinan ambisi nuklir di antara kekuatan regional, termasuk Mesir dan Turki.

Yuval Steinitz, ketua dewan direksi Rafael Advanced Defence Systems, sebuah perusahaan teknologi pertahanan dan militer milik negara Israel, mengatakan Israel sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran dapat runtuh dan konflik meningkat. Namun, dia menekankan apa yang disebutnya sebagai "risiko regional yang lebih luas".

Baca Juga: Pangeran Arab Saudi: Zionis Ingin Wujudkan Israel Raya dari Nil hingga Eufrat

Pernyataan Steinitz muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut atas program nuklir Iran, menjelang dimulainya kembali perundingan antara Washington dan Teheran di Jenewa pada hari Selasa (17/2/2026). Masih ada kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dapat melakukan serangan militer terhadap Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Yedioth Ahronoth, Steinitz mengatakan: “Negara seperti Israel harus mengkhawatirkan segalanya, dan kita harus memantau dengan cermat negara-negara lain di Timur Tengah, seperti Mesir dan Turki, untuk memastikan mereka tidak secara diam-diam mengembangkan senjata nuklir.”

Dia menegaskan kembali posisi Israel yang telah lama dipegang bahwa Iran yang bersenjata nuklir akan menimbulkan ancaman yang lebih besar daripada persenjataan rudal yang dimilikinya saat ini.

“Saya lebih memilih hidup di bawah ancaman 10.000 rudal balistik daripada di bawah ancaman satu bom nuklir,” katanya, merujuk pada Iran.

Steinitz juga mengatakan bahwa sistem pertahanan udara berlapis Israel akan mencegat setiap serangan.

Dia menambahkan bahwa dia mengharapkan Amerika Serikat akan memainkan peran operasional yang lebih besar dalam konflik di masa depan, dengan menunjuk pada pangkalan udara AS di dekat Iran dan kapal induk yang dapat membantu menargetkan sistem rudal musuh.

Read Entire Article
Politics | | | |