Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, belum lama ini berbicara tentang child grooming.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap praktik child grooming yang sering kali dibungkus dengan perhatian dan kasih sayang palsu, karena dapat menjadi pintu masuk kekerasan terhadap anak.
Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji untuk menanggapi maraknya perbincangan publik terkait child grooming, terutama setelah aktris Aurelie Moremans menerbitkan buku memoar berjudul "Broken Strings" yang mengungkap pengalamannya sebagai korban kekerasan selama meniti karier.
“Tindakan manipulatif tersebut sangat berbahaya karena menjadi pintu masuk terjadinya kekerasan terhadap anak,” kata Wihaji, seperti dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Wihaji menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk manipulasi yang pada awalnya tampak sebagai perhatian tulus, kasih sayang, dan kebahagiaan bagi anak. Namun, secara bertahap pelaku melakukan pencucian otak agar anak semakin bergantung dan memberikan kepercayaan berlebih.
“Awalnya memang tidak terasa karena sifatnya manipulatif. Anak diberi perhatian, dibungkus kebahagiaan, lalu perlahan dicuci otaknya. Padahal itu hanya pintu masuk, dan ujungnya bisa sangat berbahaya,” ujarnya.
Menurut Wihaji, pelaku child grooming biasanya merancang tahapan-tahapan tersebut dengan sangat rapi dan terencana. Jika masyarakat tidak peka dan berhati-hati, kondisi tersebut berpotensi berujung pada berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
“Jangan sampai dengan kedok kasih sayang dan perhatian yang dibungkus kebahagiaan, justru terjadi kekerasan pada anak. Kekerasan terhadap anak, dalam bentuk apa pun dan dengan alasan apa pun, tidak boleh dilakukan,” tegasnya.
Wihaji menambahkan bahwa upaya pencegahan kekerasan tidak hanya ditujukan kepada anak, melainkan juga bagi seluruh anggota masyarakat. Ia menekankan peran penting edukasi dalam membentuk perilaku yang lebih baik dan bertanggung jawab.
“Salah satu peran utama Kemendukbangga adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar perilaku anak-anak dan masyarakat Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih baik. Ayo kita bersama-sama saling mengingatkan. Ada hal-hal terkait perubahan perilaku yang perlu kita perhatikan agar menjadi lebih baik,” pungkas Wihaji.
sumber : Antara

1 day ago
6















































