Kongres AS Selidiki Hilangnya Komponen Rahasia Jet Tempur Siluman F-35 di Hong Kong

14 hours ago 16

loading...

Kongres AS selidiki hilangnya komponen rahasia jet tempur siluman F-35 di Hong Kong. Komponen pesawat milik Australia itu seharusnya dikirim ke AS, tapi malah dialihkan ke Hong Kong. Foto/The Straits Times

WASHINGTON - Kongres Amerika Serikat (AS) meluncurkan penyelidikan atas hilangnya komponen rahasia jet tempur siluman F-35 milik Australia di Hong Kong, wilayah administratif khusus China. Komponen pesawat itu seharusnya dikirim ke AS tapi secara tak terduga dialihkan ke Hong Kong dan kemudian hilang.

Komponen pesawat yang hilang itu dikhawatirkan telah jatuh ke tangan China. Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh Politico dan kemudian dikonfirmasi oleh Pentagon.

Baca Juga: Kiriman Komponen Sensitif Jet Tempur Siluman F-35 Dialihkan ke Hong Kong, AS Khawatir Jatuh ke Tangan China

Sekarang, sebuah komite Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang mengawasi kebijakan pertahanan sedang menyelidiki pengalihan komponen rahasia jet tempur F-35 dari Australia ke Hong Kong tersebut.

"Komite mengetahui masalah ini dan kami telah menerima beberapa pengarahan mengenainya," kata juru bicara Komite Angkatan Bersenjata DPR, Heather Vaughan. "[Komite] terus mendalami insiden ini dan melakukan pengawasan," katanya lagi, seperti dikutip The Straits Times, Senin (21/9/2026).

Kantor program F-35 Pentagon menyatakan dalam sebuah pernyataan, "Kami mengetahui adanya masalah pengiriman komponen F-35 yang tidak dapat digunakan lagi (unserviceable) dan kami secara aktif bekerja sama dengan pihak berwenang AS serta mitra industri untuk mengambil kembali komponen-komponen tersebut, menyelidiki insiden itu, dan menerapkan langkah-langkah pengamanan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang."

Kantor program tersebut menolak untuk mengungkapkan jenis komponen atau menjelaskan istilah "unserviceable", termasuk apakah barang-barang tersebut rusak parah hingga tidak bisa diperbaiki. Para pejabat program dijadwalkan untuk memberikan pengarahan kepada staf komite paling cepat hari Selasa, menurut seorang pejabat AS.

Saat diminta mengomentari laporan tersebut, juru bicara Departemen Pertahanan Australia mengatakan; "Canberra menanggapi perlindungan teknologi rahasia dan teknologi yang dikontrol ekspornya dengan sangat serius."

Read Entire Article
Politics | | | |