Identitas Para Prajurit TNI Anggota UNIFIL yang Gugur di Lebanon

2 hours ago 4

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berjalan untuk melakukan pemeriksaan pasukan pada upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Sebanyak 1.090 personel Satgas TNI akan bertugas selama satu tahun di Lebanon, untuk mendukung misi perdamaian PBB. Personel yang diberangkatkan terdiri dari tujuh satuan tugas yaitu Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-S, Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-Q, Satgas Military Police Unit (MPU) TNI Konga XXV-Q, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXX-O, Satgas Civil Military Coordination (CIMIC) TNI Konga XXX-O, Satgas Rumah Sakit (Hospital) TNI Konga XXIX-P, dan Satgas Milstaff Seceast TNI Konga UNIFIL. Satgas tersebut selain sebagai penjaga perdamaian di daerah konflik juga berperan sebagai duta bangsa di kancah internasional dengan memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon atau UNIFIL kembali gugur. Markas Besar (Mabes) TNI, Selasa (31/3/2026) mengabarkan mereka yang gugur adalah Kapten Infanteri (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Keduanya gugur terkena ledakan saat pengawalan konvoi kendaraan patroli unit pendukung perdamaian di Lebanon selatan, Senin (30/3/2026) waktu setempat.  Dua prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka dan hingga kini masih dalam perawatan medis. Di antaranya, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

“Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menyampaikan rasa berduka yang mendalam atas gugurnya dua prajurit TNI serta dua prajurit TNI korban luka yang terjadi pada insiden di daerah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan,” kata Kapuspen TNI Brigadir Jenderal (Brigjen) Aulia Dwi Nasrullah kepada Republika di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Gugurnya dua prajurit TNI dalam misi perdamaian di wilayah Lebanon selatan terjadi hanya berselang 24 jam setelah peristiwa penyerangan ke pos UNIFIL dari Indonesia di Adchit al-Qusayr pada Ahad (29/3/2026) malam waktu setempat. Dalam peristiwa itu, satu prajurit TNI atas nama Praka Farizal Rhamadhon juga gugur.

Tiga pasukan penjaga perdamaian dari TNI lainnya, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, serta Praka Arif Kurniawan juga mengalami luka-luka serius.  

Brigjen Aulia menerangkan, dalam peristiwa yang membuat Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad gugur terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melakukan penugasan pengawalan terhadap konvoi Combat Support Service Unit (CSSU). Pengawalan konvoi itu dilakukan untuk memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nation Post (UNP) 7-2 menuju Makor Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL yang berada di UNP 7-1.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik yang tinggi, di mana terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Brigjen Aulia. Dua prajurit lainnya, Lettu Sulthan dan Praka Deni yang mengalami luka-luka dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) George di Beirut.

Dalam penjelasan oleh Kapuspen Mabes TNI itu tak disebutkan karena apa ledakan yang terjadi dalam kejadian yang membuat gugurnya dua personel perdamaian dari Indonesia itu. Namun diketahui wilayah Lebanon selatan hingga saat ini masih menjadi zona perang antara kelompok pejuang bersenjata Hizbullah dengan tentara penjajahan Zionis Israel.

Peperangan itu masih terkait dengan peperangan besar yang terjadi antara Zionis-Amerika Serikat (AS) yang menyerang Republik Islam Iran. Kelompok pejuang bersenjata Hizubullah merupakan salah satu sayap bersenjata militer Iran yang berbasis di antara wilayah pendudukan Zionis Israel di Palestina dengan Lebanon.

Read Entire Article
Politics | | | |