REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah menggelar tiga kali bursa kerja dalam setahun terakhir. Namun dari dua penyelenggaraan, jumlah tenaga kerja yang terserap terbilang kurang signifikan.
Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, mengatakan, dalam peringatan Hari Jadi Jateng ke-81 pada Agustus 2026 lalu, pihaknya menggelar bursa kerja di Kantor Disnakertrans Jateng. Lebih dari 50 perusahaan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Setidaknya 7.000 lowongan kerja untuk berbagai lulusan, mulai SD hingga sarjana, dibuka untuk para pelamar, termasuk kalangan disabilitas.
Menurut Aziz, lebih dari tiga ribu orang menghadiri bursa kerja di kantornya yang diselenggarakan 20-21 Agustus 2026 lalu. Namun berdasarkan data yang disampaikannya, keterserapan para pelamar kerja terbilang tidak signifikan.
“Sampai saat ini ada sekitar 200 orang yang sudah diterima dan yang 400-an proses seleksi. Jadi kurang lebih ada 650 yang tindak lanjut,” kata Aziz ketika diwawancara saat meninjau bursa kerja yang digelar Disnakertrans Jateng untuk memeriahkan perhelatan MTQ Nasional di kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Kamis (17/9/2026).
Pada peringatan Hari Jadi Jateng ke-80 Agustus 2025 lalu, Disnakertrans Jateng juga menggelar bursa kerja di kantornya. Lebih dari 6.600 lowongan pekerjaan dibuka oleh 40-an perusahaan yang dilibatkan dalam bursa kerja tersebut. Namun dari ribuan pelamar yang hadir, hanya ratusan yang berhasil diterima.
“Kalau job fair yang tahun 2025, itu ada sekitat 550-an yang diterima,” ujar Aziz.
Sementara dalam bursa kerja yang digelar dalam rangka menyemarakkan perhelatan MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang, terdapat lebih dari 6.700 lowongan kerja yang dibuka untuk para pelamar, termasuk kalangan disabilitas. Menurut Aziz, bursa kerja tersebut melibatkan lebih dari 40 perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, jasa, medis, alih daya, dan lainnya. Selain itu, ada pula perusahaan untuk penempatan luar negeri.
Menurut Aziz, ketersediaan lowongan kerja di Jateng lebih tinggi dibandingkan jumlah pencari kerja. Kendati demikian, ketidaksesuaian kebutuhan perusahaan terhadap kandidat dan keinginan pelamar — kerap disebut mismatch — membuat lowongan pekerjaan tidak terisi.
Aziz mengungkapkan, terdapat sejumlah perusahaan yang menyampaikan padanya soal kesulitan mencari karyawan atau tenaga kerja. “Ada beberapa perusahaan itu yang mengeluh susah nyari tenaga kerja,” ujarnya ketika diwawancara, Rabu (16/9/2026).
Dia menambahkan, salah satu perusahaan yang mengeluhkan hal tersebut adalah sebuah pabrik sepatu di Kabupaten Temanggung. Padahal, Aziz menilai, persyaratan-persyaratan yang diajukan pabrik tersebut tidak tergolong sulit. “Sebenarnya syaratnya ringan saja, apalagi kalau bagian operator,” katanya.
Aziz menerangkan, bulan lalu Disnakertrans Jateng menggelar bursa kerja di kantornya. Lebih dari 50 perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sementara jumlah lowonganpekerjaan yang disediakan melampaui 4.500 untuk berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari SD hingga sarjana.

2 hours ago
5
















































