Angkutan Lebaran 2026 Sukses, Kolaborasi Jadi Kunci

9 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan capaian positif di berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api hingga penyeberangan laut. Lonjakan mobilitas jutaan masyarakat selama periode mudik dan arus balik berhasil dikelola dengan relatif baik, didukung sinergi lintas sektor serta perencanaan yang matang.

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat pergerakan hampir satu juta penumpang selama 22 hari masa Angkutan Lebaran 2026. Dalam periode 11 Maret hingga 1 April 2026, tercatat sebanyak 441.610 pelanggan berangkat dan 430.569 pelanggan datang di wilayah Daop 2 Bandung.

Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong menjadi dua simpul utama dengan tingkat mobilitas tertinggi. Stasiun Bandung melayani 122.972 keberangkatan dan 122.350 kedatangan, sementara Stasiun Kiaracondong mencatat 89.946 keberangkatan dan 75.037 kedatangan.

Selain itu, sejumlah stasiun daerah di Jawa Barat juga mengalami lonjakan signifikan. Stasiun Tasikmalaya, Cianjur, Cipatat, Banjar, hingga Purwakarta masuk dalam tujuh besar titik tersibuk selama periode angkutan Lebaran. Tingginya mobilitas ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang dinilai aman, tepat waktu, dan nyaman.

Untuk menjaga kelancaran operasional, KAI Daop 2 Bandung melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari penambahan personel hingga pengawasan ketat jalur rel. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat guna menghindari penumpukan penumpang, terutama pada jam-jam puncak arus mudik dan balik.

Di sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mencatat kinerja positif. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyebut keberhasilan pengelolaan Angkutan Lebaran 2026 tidak lepas dari kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, TNI/Polri, KSOP, dan BPTD.

ASDP menerapkan strategi terukur di sejumlah pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Optimalisasi armada dilakukan secara dinamis, didukung pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat arus layanan, serta penguatan buffer zone dan personel di titik krusial.

Kebijakan tarif tunggal yang disertai stimulus diskon juga memberikan dampak signifikan. Hingga 31 Maret 2026, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar atau 84,52 persen dari target, dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92 persen.

Digitalisasi melalui platform Ferizy menjadi faktor penting dalam mengatur arus kendaraan dan penumpang. Sistem reservasi yang terintegrasi terbukti mampu menekan antrean serta menciptakan perjalanan yang lebih tertib selama periode puncak mobilitas.

Secara nasional, total penumpang di 15 lintasan pantauan mencapai 4.722.213 orang atau meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah kendaraan mencapai 1.215.273 unit, naik 8 persen dari periode yang sama tahun lalu.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |