Amman Mineral Bukukan Laba Bersih USD258 Juta di 2025

7 hours ago 12

loading...

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional tahun 2025. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional tahun 2025. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar USD258 juta dengan margin 14%.

Direktur Utama AMMAN Arief Sidarto mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan dampak transisi tahun ini, termasuk dimulainya penambangan Fase 8 dan tantangan ramp‑up smelter yang memberikan tekanan sementara terhadap margin.

"Tahun 2025 merupakan tahun transisi yang sangat penting bagi AMMAN. Peralihan ke penambangan Fase 8, yang ditandai dengan kadar bijih yang lebih rendah, bersamaan dengan proses peningkatan kapasitas (ramp-up) smelter, menimbulkan tekanan operasional jangka pendek," ungkapnya melalui keterangan pers, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga: Genjot Produktivitas, AMMAN Optimalkan Inovasi Teknologi

Kinerja keuangan tahun 2025, jelas Arief, mencerminkan dampak larangan ekspor konsentrat di awal tahun serta proses ramp‑up smelter. Mulai tahun 2025, perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni. Transisi ini mengakibatkan penjualan bersih yang lebih rendah, yaitu USD1.847 juta pada tahun 2025, dibandingkan sekitar USD2.664 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tahun 2025, smelter perusahaan juga mengalami penghentian sementara yakni pada Juli dan Agustus 2025 untuk perbaikan Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant. Setelah perbaikan selesai, operasi smelter kembali stabil menjelang akhir tahun. Secara paralel, lanjut dia, AMMAN memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada akhir Oktober 2025, yang memberikan fleksibilitas tambahan selama fase ramp‑up smelter.

Di hilirisasi, perusahaan juga mencatatkan tonggak penting termasuk produksi perdana katoda tembaga pada Maret 2025 dan produksi emas murni pertama pada Juli 2025. "Pencapaian ini menunjukkan kemajuan struktural dalam memperkuat nilai tambah di sepanjang rantai pasok," tuturnya.

Read Entire Article
Politics | | | |