Ali bin Abi Thalib Ungkap Sosok yang Tidak Layak Menjadi Pemimpin

2 hours ago 4

Pemimpin yang dzalim. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepemimpinan dalam Islam bukan sekadar kedudukan yang membawa kehormatan, melainkan amanah besar yang menyangkut nasib banyak orang. Karena itu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu mengingatkan agar jabatan pemimpin tidak diberikan kepada orang yang memiliki sifat-sifat tercela, seperti kikir, bodoh, kasar, pengecut, dan gemar menerima suap.

Bagi Ali bin Abu Thalib, seorang pemimpin sejati memulai perubahan dari dirinya sendiri, mendisiplinkan jiwa, memperbaiki akhlak, dan menampilkan keteladanan sebelum mengajarkan apapun kepada rakyat.

Berikut adalah nasihat Ali bin Abu Thalib terkait pemimpin, dikutip dari buku Imamul Muhtadin yang ditulis HMH Al-Hamid Al-Husaini.

"Pimpinan yang bertanggunjawab atas kehormatan kaum wanita, keselamatan jiwa, keamanan harta benda, tegaknya hukum dan keimanan umat Islam, maka kepemimpinan itu tidak boleh berada di tangan orang yang kikir karena ia akan mengincar kekayaan mereka (rakyat)."

"(Jabatan pemimpin itu) tidak boleh berada di tangan orang bodoh, karena ia akan menyesatkan mereka (rakyatnya). (Jabatan pemimpin itu) tidak boleh di tangan orang berperangai kasar, karena ia akan dijauhi mereka."

"(Jabatan pemimpin itu) tidak boleh di tangan pengecut, karena ia akan merangkul satu golongan dan meninggalkan golongan yang lain. (Jabatan pemimpin itu) tidak boleh di tangan orang yang suka menerima suap, karena ia akan menghilangkan hak-hak umat yang dipimpinnya. (Jabatan pemimpin itu) dan tidak boleh berada di tangan orang yang mengabaikan sunah, karena ia akan mencelakakan umat."

"Siapapun yang hendak menjadikan dirinya sebagai pemimpin hendaklah ia mendidik dirinya sendiri lebih dulu sebelum mendidik orang lain, hendaklah ia mendidik dengan contoh amal dan perilaku lebih dulu sebelum mendidik dengan lidah dan ucapan. Orang yang mampu mengajar dan mendidik dirinya sendiri lebih patut dihormati daripada orang yang hanya dapat mengajar dan mendidik orang lain."

Read Entire Article
Politics | | | |