3 Strategi Bombardir Negara-negara Arab, Salah Satunya Menekan Trump Akhiri Perang

11 hours ago 7

loading...

Strategi bombardir negara-negara Arab sangat merugikan Iran. Foto/X/Knight_riders18

TEHERAN - Rezim Iran menanggapi serangan AS-Israel dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, serta ke target sipil seperti hotel dan bandara di beberapa negara Timur Tengah, yang sebagian besar merupakan lokasi pangkalan militer AS.

Bahkan Oman, yang telah memediasi pembicaraan antara AS dan Iran pekan lalu, mengatakan pada hari Minggu bahwa pelabuhan komersial Duqm menjadi sasaran.

3 Strategi Bombardir Negara-negara Arab, Salah Satunya Menekan Trump Akhiri Perang

1. Tidak Ada yang Aman

Serangan tersebut menunjukkan bahwa, bagi Iran, “semuanya ada di meja perundingan,” kata Hasan Alhasan, seorang peneliti senior untuk kebijakan Timur Tengah di International Institute for Strategic Studies, sebuah lembaga think-tank, dilansir CNN.

“Ada pesan yang sangat jelas… bahwa tidak ada yang aman, bahwa mediasi tidak menawarkan perlindungan, dan bahwa pertukaran jaminan timbal balik atau janji untuk tidak mengizinkan wilayah udara atau teritorial digunakan secara militer terhadap Iran juga tidak efektif,” kata Alhasan kepada Becky Anderson dari CNN pada hari Minggu.

2. Menekan Trump Mengakhiri Perang

Menurutnya, perhitungan Iran adalah untuk "meningkatkan penderitaan negara-negara Teluk, agar memaksa mereka untuk menekan pemerintahan Trump agar segera mengakhiri perang."

Namun, strategi ini bisa jadi akan menjadi bumerang, kata Alhasan, karena tidak jelas seberapa besar pengaruh negara-negara Teluk terhadap pemerintahan Trump.

3. Negara Arab Makin Bergantung pada AS

“Sangat jelas bahwa AS memiliki pendirian sendiri, dan bertindak selaras dengan Israel. Dan saya pikir strategi Iran mungkin akan mendorong negara-negara Teluk untuk lebih bersekutu dengan AS, bukan sebaliknya,” katanya.

Terlebih lagi, meskipun semua negara Teluk mendukung de-eskalasi, peristiwa dengan banyak korban jiwa dapat memaksa mereka "untuk mulai mempertimbangkan opsi peningkatan eskalasi," kata Alhasan.

(ahm)

Read Entire Article
Politics | | | |